Dewan Dukung Relokasi Pelabuhan Penumpang

1640
Pesona Indonesia
Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. foto:tri haryono
Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. foto:tri haryono

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun belum lama ini mengadakan rapat koordinasi dengan pihak PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungbalai Karimun dan stake holder lainnya, untuk membahas tentang wacana relokasi pelabuhan International Tanjungbalai Karimun ke Tanjung Penegak, Kelurahan Tebing. Wacana relokasi tersebut disambut baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun sebagai mitra Pemerintah Daerah (Pemda).

”Saya sangat setuju wacana Gubernur Kepri, untuk merelokasi pelabuhan penumpang international ke kawasan baru. Bila perlu pelabuhan domestik ikut direlokasi, karena lokasi saat sekarang ini sudah tidak memungkinkan lagi,” jawab Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat, ketika dimintai tanggapannya kepada koran Batam Pos, kemarin (30/8).

Dengan demikian, kata Yusuf lagi, secara otomatis sudah merancang kota baru untuk pengembangan kawasan yang telah tertata. Lokasi tersebut, sudah sangat cocok untuk dibangun pelabuhan penumpang baik international maupun domestik. Sebab, lokasinya cukup luar dan bisa ditata sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kesemrawutan lalulintas jalan. Baik bagi calon penumpang yang akan berangkat maupun datang. Dan bisa akses langsung ke bandara yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan tersebut.

”Nah, tinggal bagaimana antara Pelindo dengan BUP Karimun nanti kerjasamanya dalam pengelolaan pelabuhan. Kita memikirkan jangka panjang, nanti bekas pelabuhan bisa dipergunakan untuk labuh kapal tamu. Serta di bikin ruang kawasan hijau, untuk tempat rekreasi keluarga,” jelasnya.

Sehingga, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sejalan untuk menjadikan kawasan bagian barat poros maritim dunia. Dampaknya, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat maupun Pemda Karimun dalam bentuk peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor kepelabuhanan.

”Tinggal komitmen Pemda Karimun lah, bagaimana untuk merealisasikannya. Kita (DPRD-red), tinggal membuat peraturan-peraturan daerah sebagai payung hukumnya,” kata Yusuf lagi.

Sementara itu Dirut BUP Karimun Susanto mengungkapkan, wacana relokasi pelabuhan tidak menjadi persoalan baginya. Sebab, hingga saat ini kerjasama antara BUP Karimun dan PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun tetap berjalan seperti biasa. Artinya, perusahan plat merah yang bergerak dalam bidang kepelabuhannya masih tetap memberikan kontribusi kepada Pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

”Intinya, kita siap mengembangkan dunia kemaritiman. Dan paling penting memberikan kontribusi ke daerah,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, kondisi pelabuhan penumpang international maupun domestik Tanjungbalai Karimun yang ada di Taman Bunga memang sudah tidak layak lagi. Termasuk pelabuhan bongkar muat, kesemrawutan lalulintas tidak bisa dihindarkan lagi. Selain itu berbagai fasilitas juga sudah tidak memadai, di zaman sekarang ini.(tri/pos)

Respon Anda?

komentar