Dijerat Pasal Berlapis, Aa Gatot Terancam 5 Tahun Penjara

590
Pesona Indonesia
Gatot Brajamusti. Foto: dok. detikcom
Gatot Brajamusti. Foto: dok. detikcom

batampos.co.id – Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot, ternyata tak hanya dijerat karena kasus narkoba di Mataram, NTB.

Lebih lanjut, Polda Metro Jaya akan menjerat Gatot dengan pasal kepemilikan senjata api illegal, kepemilikan illegal burung Elang Jawa dan awetan Harimau Sumatera.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan Tim Resmob dari Direktorat Reskrimum menggeledah rumah Gatot dan menemukan satu pucuk senpi jenis Glock 26 dan sepucuk senpi jenis Walther berikut 8 butir amunisi.

Masih ada 500 butir amunisi Browning 9 mm, tiga kotak amunisi 9 mm, dan satu kotak amunisi Fiochini 32 Automatic.

“Semua senpi dan amunisi itu tanpa dilengkapi surat perizinan,” terang Awi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/8).

Alwi menjelaskan, kasus senpi illegal akan ditangani Resmob, sedangkan untuk kepemilikan satwa ditangani Subdit Sumdaling (Sumber Daya Lingkungan) Direktorat Reskrimsus.

Gatot akan dikenakan UU Darurat No.12 tahun 19561 tentang kepemilikan senpi illegal dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Gatot juga harus berhadapan dengan UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang mengatur jenis-jenis satwa dilindungi undang-undang, baik hidup maupun mati.

Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sutarmo, mengatakan kedua jenis satwa itu, yakni Harimau Sumatera yang sudah dikeringkan dan Elang Jawa yang masih hidup sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 adalah jenis hewan yang berstatus dilindungi. (jpg)

Respon Anda?

komentar