Disdukcapil ke Pulau-Pulau Rekam Data e-KTP Warga Lingga

1678
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Lingga, Nizar saat meninjau pelayanan publik di Dinas Kependudukan. foto:wijaya satria/batampos
Wakil Bupati Lingga, Nizar saat meninjau pelayanan publik di Dinas Kependudukan. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Untuk percepatan perekaman e-KTP dan akta kelahiran sesuai dengan surat edara Mendagri Tjahjo Kumolo Nomor 471/1768/SJ, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga menjemput bola dengan mengunjungi sejumlah kecamatan dan desa dari pulau ke pulau di Tanah Bunda Melayu ini.

Diketahui, dari data kependudukan di Disdukcapil sebanyak 8.000 warga Kabupaten Lingga belum melakukan perekaman e-KTP. Namun sejak beberapa pekan terakhir sejak digesanya percepatan tersebut hampir setengah jumlah warga belum merekam e-KTP sudah berkurang.

“Besok (hari ini, red) kami akan mengunjungi Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, untuk melakukan perekaman di sana,” kata Kabid Pendataan dan Pelaporan Disdukcapil, Susiyanti ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/8) pagi.

Kegaitan perekaman tersebut akan difokuskan di Kantor Desa Sedamai untuk proses pengimputan data e-KTP serta penerimaan berkas untuk percepatan pembutan akte kelahiran. Perekaman itu tidak hanya untuk warga Desa Sedamai, tapi dapat diikuti warga desa sekitar yang belum melakukan perekaman.

Dari data yang dikantongi Disdukcapil per-Mei tahun ini, sebanyak 300 warga belum melakukan perekaman. Untuk itu Disdukcapil menggelar kegiatan perekaman langsung di lokasi yang masyarakatnya belum banyak melakukan perekaman e-KTP.

Tidak hanya ke Desa Sedamai, lebih lanjut Disdukcapil juga akan mendatangi beberapa lokasi untuk melakukan perekaman. Namun karena rentang kendali yang jauh akibat kondisi alam Kabupaten Lingga berpulau-pulau, Disdukcapil mengunjungi desa yang terdekat lebih dulu seperti Desa Sedamai dan hari selanjutnya mengunjungi Desa Selayar.

“Kami berharap kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman, untuk mengunjungi lokasi dimana dilakukan perekaman,” kata Susiyanti.

Disdukcapil melakukan perekaman dari pulau ke pulau ini dengan cara offline. Setelah perekaman dan data terkumpul dari berbagai lokasi, lalu petugas akan membawa berkas tersebut ke kantor Disdukcapil untuk selanjutnya melakukan pencetakan e-KTP dan akta kelahiran tersebut.

Setalah tercetak, e-KTP dan akta kelahir tersebut, nantinya Disdukcapil akan mencari cara terbaik agar e-KTP tersebut sampai ke tangan warga tersebut masing-masing. Apakah akan diserahkan ke kantor desa masing-masing atau diserahkan langsung ke tangan warga yang bersangkutan.

“Kegiatan jemput bola ini kami targetkan selesai pada 30 September. Tidak ada lagi masyarakat usia wajib KTP yang belum melakukan perekaman,” ujar Sudiyanti. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar