DKP Ajak Kades Belajar Pengelolaan Kawasan Konservasi di Pulau Seribu

583
Pesona Indonesia
Benan-karang
Karang perairan Pulau Benan, salah satu kawasab konservasi di Lingga. foto:dok

batampos.co.id – Kabid Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Indra Rukian melalui Kasi Pengelolaan Rehabilitasi dan Perlindungan Sumberdaya, Chandra Hadi Sastra mengatakan, untuk memantapkan pengelolaan kawasan wilayah konservasi melalui kegiatan Coremap CTI, DKP Lingga mengajak tujuh orang kepala desa (Kades) mengunjungi Pulau Seribu, Jakarta.

Hal ini dikatakan Chandra sebagai acuan dan pembelajaran bagi pengelola kawasan konservasi di Kabupaten Lingga agar dapat menerapkan konsep konservasi. Ke tujuh kades tersebut sesuai dengan tujuh titik wilayah konservasi di Kabupaten Lingga yang melibatkan kades Benan, kades Batu Belubang, kades Mamut, kades Tajur Biru, kades Pena’ah, kades Limbung dan kades Sekanah.

“Agenda kita selama 5 hari mengunjungi kawasan konservasi perairan daerah di Pulau Seribu, Pulau Pramuka, lokasi penangkaran Penyu, penangkaran hiu dan konservasi bakau (Mangrove),” ungkap Chandra kepada koran Batam Pos, Selasa (30/8).

Kunjungan kali ini disampaikan Chandra diakomodir seluruhnya dari program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI) fase III tahun 2014-2018. Tujuannya kata Chandra, adalah pengelolaan sumberdaya terumbu karang, ekosistem dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Kegiatan ini sebagai acuan dan juga pembelajaran bagi para kades bagaimana nanti dapat menerapkan konservasi sesuai dengan potensi masing-masing. Baik bakaw, terumbu karang, keanekaragaman hayati dan lamun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” sambung Chandra.

Selain itu, sambung Chandra, untuk mendukung program Coremap CTI Pemerintah Kabupaten Lingga juga akan menjalin kerjasama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang sebagai mitra. Untuk penyusunan bisnis plan dan pemanfaatan KKPD untuk perikanan berkelanjutan, wisata bahari, perikanan tangkap dan budidaya serta analisis daya dukung pemanfaatan perikanan berkelanjutan di KKPD kabupaten Lingga dan penyusunan rencana tekhnis pemanfaatan KKPD kabupaten Lingga.

“Kita tinggal menunggu penandatangan MoU-nya saja dari Bupati. Mudah-mudahan pertengahan September ini telah dibuat, dan kerjamasa dapat segera berlangsung sebelum akhir tahun ini,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar