Gubernur Minta Masyarat Kepri Peka Terhadap Lingkungan

549
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, bersama wkail walikota, bupati, saat Rakor Lintas Sektoral di Hotel Golden View, Batam, Selasa (30/8). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, bersama wkail walikota, bupati, saat Rakor Lintas Sektoral di Hotel Golden View, Batam, Selasa (30/8). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat di Provinsi Kepri untuk peka terhadap masalah kebakaran lahan dan mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Selain itu juga harus mengantisipasi munculnya konflik sosial yang bisa terjadi kapan saja.

“Mulai dari Bupati/Walikota, Camat, Lurah ke RW/RT dilanjutkan ke masyarakat agar peka terhadap lingkungan. Permasalahan konflik sosial dan kebakaran hutan ini merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan bekerjasama, komunikasi dan solidaritas semua lintas sektoral,” ujar Nurdin pada Rakor Lintas Sektoral dalam Rangka Penanganan Konflik Sosial dan Kebakaran Hutan di Hotel Golden View, Bengkong, Kota Batam, Selasa (30/8) .

Menurut Nurdin, kebakaran hutan yang terjadi tentu saja mengganggu aktivitas baik perekonomian maupun lainnya yang berdampak dalam kehidupan. Atas dasar itu, perlu langkah antisipatif. Sehingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Ia mengharapkan masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan secara liar.

“Jangan karena kepentingan pribadi, masyarakat banyak yang menjadi korban. Seperti kebakaran lahan atau hutan, tentu akan mengganggu kesehatan kita,” jelas Nurdin.

Sementara itu, Kapolda Kepri Brigjen Sam Budi menyebutkan sebagai informasi awal bahwa situasi kondisi di Kepri kondusif berkat kerjasama Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Tokoh Masyarakat serta seluruh elemen masyarakat. “Kondusif yang dirasakan masyarakat Kepri tak lain berkat solidaritas dan kerjasama yang erat,” ujar Kapolda.

Konflik sosial yang terjadi di Kepri, kata Kapolda, tak lain berawal dari konflik pribadi dan dapat menyebarluas. “Selain cipta kondisi, kita juga perlu memperhatikan masalah kebakaran hutan yang beberapa tahun belakangan ini sering terjadi,” paparnya.

Kebakaran hutan yang terjadi, kata Kapolda, dapat menyebabkan beberapa dampak diantaranya gangguan kesehatan dan aktifitas perekonomian. Karena itu, rapat ini digelar adalah ingin menyatukan persepsi untuk mengantisipasi hal ini.

“Langkah yang diambil secara bersama-sama yakni, pertama Pemerintah Daerah bersama Polres diseluruh kabupaten/kota untuk menyatukan persepsi, dan kedua Kerjasama dan komunikasi yang baik untuk penyelesaian suatu masalah,” jelasnya.

Hadir dalam rapat tersebut Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian, Danrem 033/Wira Pratama Kol. Inf Fachri, Kabinda Kepri Brigjen TNI Yulius Selvanus, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra dan Kepala BP Batam diwakili Anggota V Deputi Bidang Pelayanan Umum Gusmardi Bustami.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar