Jaringan Pipa PDAM Tersumbat, Distribusi Air Bersih Terganggu

441
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Akibat tersumbatnya jaringan air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Lingga, distribusi air bersih ke rumah-rumah warga terganggu. Diduga hal ini akibat banjir yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir yang membuat dam penampungan di Gunung Tanda dipenuhi sampah.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos, warga kampung tua Gelam, Kelurahan Daik, sejak beberapa hari belakangan mulai kesulitan memperoleh air bersih. Aliran air ke rumah-rumah warga tidak berjalan normal. Begitu juga dengan wilayah Kampung Siak, Kelurahan Daik, serta komplek perkantoran Pemkab Lingga.

“Sudah beberapa hari ini airnya kecil. Padahal lagi musim hujan,” ungkap salah seorang konsumen yang enggan namanya dikorankan.

Ditempat lain, Kepala PDAM Daik Lingga, Hidayat membenarkan adanya kendala tehnis yang terjadi di Dam Air Terjun Tanda. Saat ini, disampaikan Hidayat, pihaknya sedang melakukan perbaikan.

“Pipanya tersumbat dan ada angin akibat banjir kemarin. Jadi distribusi air terganggu hingga 3 sampai 4 hari kedepan di sejumlah titik,” ungkap Hidayat.

Disampaikan Hidayat, sampah daun serta kayu yang menumpuk di dalam dam, harus diselam untuk dibersihkan. Ia juga meminta konsumen agar bersabar sembari pihaknya melakukan perbaikan agar distribusi air kembali normal.

“Kita minta bersabar dulu. Untuk debit air, masih normal dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, meski memiliki potensi sumber air bersih yang besar di Kabupaten Lingga, persoalan distribusi air untuk masyarakat pulau Lingga belum dapat ditangani perusahaan daerah. Sampai saat ini, PDAM Daik Lingga hanya melayani kebutuhan air bersih untuk Kelurahan Daik. Dilain sisi, pemerintah daerah gencar mempromosikan sumber air kepada investor maupun wacana mencukupi air untuk kebutuhan Batam. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar