Kadisdik; Tidak Ada Pemotongan Tunjangan Profesi Guru

517
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.  FOTO: Johannes Saragih / Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
FOTO: Johannes Saragih / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengimbau kepada seluruh guru untuk bijak memahami pemberitaan terkait pemangkasan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dilakukan oleh Pemerintah.

“Tidak ada pemangkasan, ataupun penghapusan tunjangan profesi guru,” kata Muslim, Selasa (30/8).

Dia menjelaskan yang dimaksud dengan pemangkasan oleh Menteri Keuangan adalah banyaknya data guru yang tidak sinkron, hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya, guru tersebut meninggal, pensiun, atau mengundurkan diri tapi laporannya belum lambat diterima oleh pusat.

“Dana ini kan bersumber dari pusat, kita hanya mendata,” ujarnya.

TPG, menurut dia merupakan hak guru dan harus dipejuangkan. Pendidikan merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas pemerintah.

TPG merupakakan salah satu cara pemerintah untuk menghargai profesi guru yang merupakan pendidik, sehingga melahirkan anak bangsa yang memiliki karakter.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Batam, saat ini dari jumlah 8.733 guru, yang sudah memiliki sertifikasi baru 2.635 guru.

“Berarti masih ada sekitar 6.098 lagi guru yang belum sertifikasi, ini data SD dan SMP,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batam, Rustam Efendi menilai pemangkasan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan harus disikapi dengan bijak.

Adanya perbedaan data antara Kementrian Keuangan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi pemicu pemangkasan.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada masalah yang begitu berat terkait dengan pembayaran TPG di Batam. Hanya saja ada beberapa guru mengalami penundaan pembayaran dikarenakan guru yang bersangkutan absen.

“Jika dia (guru, red) sakit, harus ada buktinya, dan berkewajiban mengganti jam mengajar tersebut, setelah itu baru TPG dicairkan kembali.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memangkas anggaran TPG sebesar Rp 23,4 triliun. Pemangkasan ini dilakukan karena menurut Sri Mulyani ada penurunan jumlah guru yang bersertifikat dari 1.300.758 orang menjadi 1.221.947 orang.(cr17)

Respon Anda?

komentar