Kualitas Udara Riau Mulai Membaik

319
Pesona Indonesia
Siti Nurbaya. Foto: dokumen JPNN
Siti Nurbaya. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Siti Nurbaya menilai kalau kualitas udara di Provinsi Riau pada Selasa (30/8) kian membaik setelah sebelumnya memburuk.

Hal ini seiring dengan upaya penanggulangan tim terpadu dibantu faktor turunnya hujan yang hampir merata di daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi itu.

“Jumlah hot spot dan sebaran asap di Provinsi Riau, Alhamdulillah kian dapat diatasi. Beberapa daerah memang sempat diselimuti asap beberapa hari lalu karena meluasnya hot spot. Namun perubahan terus terjadi dan menjelang siang hari ini kualitas udara hampir di seluruh daerah di Riau terus membaik,” kata Siti seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (31/8).

Menurunnya hot spot juga dipengaruhi turunnya hujan di beberapa wilayah, seperti di Siak, Pelalawan, Kuansing, Inhu, sebagian Bengkalis dan Kota Dumai. Ikhtiar terus menerus tiada henti dari tim terpadu, dibantu hujan membuat hot spot turun dan asap perlahan mulai hilang.

Namun begitu kata Menteri Siti, patroli terpadu terus dilakukan di beberapa wilayah/desa rawan Karhutla oleh Daops Pekanbaru, Dumai dan Siak. Manggala Agni bersama-sama dengan TNI, POLRI, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan pemadaman di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Siak, Dumai, Bengkalis, dan Kampar.

Tim terpadu bekerja siang dan malam mengawal titik api agar tidak meluas. Upaya pemadaman tidak hanya lewat darat tapi juga udara. Tanggal 28 Agustus 2016 dilakukan water bombing sebanyak 155 sorti dengan air yang dijatuhkan sebanyak 400.100 liter di Kabupaten Rokan Hilir, Siak dan Kampar.

Kegiatan Water Bombing sebenarnya dilaksanakan sejak tanggal 27 Februari 2016. Sampai dengan tanggal 28 Agustus 2016 telah dilakukan water bombing 6.467 sorti dengan total air sebanyak 48.752.400 Liter di Kab. Bengkalis, Kab. Rokan Hilir, Kab. Rokan Hulu, Kab. Siak, Kab. Pelalawan, Kab. Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kab. Kampar, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.

Melibatkan sarana operasi seperti Heli Superpuma, Heli Puma, Heli Mi-8, Heli Mi-8, Heli Bolcow, Air Tractor (AWU), Air Tractor (NWU). Untuk TMC meliputi Cassa 212 dan untuk keperluan survey udara menggunakan F-16 dan Hawk 100. Total pesawat yang dipergunakan untuk operasi udara siaga darurat Karhutla Provinsi Riau tahun 2016 sebanyak 10 pesawat.

Selain itu dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di beberapa Provinsi rawan Karhutla. Hal penting lainnya, berbagai upaya ini sejalan dengan penegakan hukum oleh Polri dan pendampingan serta sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena hampir semua lokasi hot spot disebabkan faktor kesengajaan oknum membakar lahan milik mereka.

Upaya penanggulangan Karhutla menunjukkan hasil dengan penurunan angka hot spot secara Nasional, bila dibandingkan pada periode yang sama (1 Januari-30 Agustus). Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (NASA), jumlah hot spot periode tersebut tahun lalu mencapai 12.966 titik, dan tahun ini turun menjadi 3.021 titik atau turun 76,7 persen.

“Meski hari ini dilaporkan hot spot menurun dan sebaran asap berkurang, saya tetap meminta semua pihak terkait waspada. Karena situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu,” kata Menteri Siti.

Selain di Provinsi Riau, Menteri Siti juga terus memberikan perhatian penanganan Karhutla untuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Saya ucapkan terimakasih atas kerja keras dan dedikasi tim terpadu yang bekerja di garda terdepan pemadaman titik api. Sekaligus saya mengajak segenap masyarakat turut andil untuk menjaga alam dan lingkungan, demi kita semua. Berikhtiar sekaligus berdoa jangan sampai titik api meluas,” tutupnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar