Layanan Dinilai Buruk, Disdukcapil Didemo

400
Pesona Indonesia
SOROT KINERJA: Puluhan mahasiswa yang tergabung pada Forum Komunikasi Alumni IMM (Fokal) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (30/8)--rohimuddin/padang ekspres
SOROT KINERJA: Puluhan mahasiswa yang tergabung pada Forum Komunikasi Alumni IMM (Fokal) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (30/8)–rohimuddin/padang ekspres/jpg

batampos.co.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung pada Forum Komunikasi Alumni IMM (Fokal) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (30/8). Aksi unjuk rasa ini, dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi di dinas tersebut.

Pantauan Padang Ekspres kemarin, puluhan mahasiswa berkumpul di Masjid Raya Baitul Ilmi sekitar pukul 10.00. Para demonstran berjalan kaki sekitar 600 meter ke Kantor Disdukcapil dengan pengawalan aparat kepolisian dan puluhan Satpol PP Pasbar.

Koordinator Lapangan, Devi Irawan Lubis menyebutkan, selama ini pelayanan yang diberikan pegawai Disdukcapil Pasbar masih buruk. Banyak keluhan masyarakat mengeluhkan pelayanan di instansi pelat merah tersebut.

“Seharusnya masyarakat itu dilayani petugas, bukan sebaliknya. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tidak dipersulit. Baik untuk mengurus KK, KTP dan akta kelahiran,” kata Devi Irawan Lubis seperti diberitakan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di Simpangempat, hari ini (31/8).

Menurut dia, unjuk rasa dilakukan mewakili masyarakat yang banyak mengeluh dengan pelayanan yang buruk. “Selama ini, masyarakat dipungut biaya tinggi. Yakni Rp 400 ribu untuk mengurus KTP dan KK. Terutama dari daerah yang terisolir,” ungkapnya.

Dalam aksi itu, pihaknya mengajukan lima tuntutan ke Disdukcapil (lihat grafis,red). “Kami yang datang ini jumlahnya baru sedikit. Kami akan bawa massa yang lebih besar kalau tuntutan kami tidak dikabulkan,” tegas Devi.

Sementara, Disdukcapil Pasbar Evita Murni membantah kalau pelayanan yang diberikan pegawainya selama ini buruk. Pihaknya tidak berbelit-belit dalam memberikan pelayanan.

Selama ini, dia selalu menyampaikan ke petugas agar melayani masyarakat dengan baik, bahkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. “Selama ini, banyak juga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP dan lainnya itu tidak lengkap sehingga mereka terpaksa melengkapinya dulu,” sebut Evita Murni yang akrab disapa Bundo ini.

Terkait tuntutan mahasiswa itu, telah disepakati untuk mengatasi lambannya pelayanan. Pihaknya, akan berupaya melayani masyarakat hingga ke tingkat jorong.

Disdukcapil juga akan menambah loket, dari 3 loket menjadi 5 loket. Kemudian tahun depan diupayakan menjadi 10 loket agar layanan kepada masyarakat bisa optimal. Pasalnya, setiap hari ada sekitar 400-500 orang yang harus dilayani. “Terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat. Pokoknya, kami juga akan berupaya agar pelayanan lebih ditingkatkan lagi,”sebutnya. (jpg)

 

Respon Anda?

komentar