Masyarakat Pertanyakan Penjualan dan Pengelolaan Pulau Bawah

611
Pesona Indonesia
Keindahan Pulau Bawah yang ada di Kecamatan Siantan Selatan yang kini sudah dikelola oleh pihak asing. foto:syahid/batampos
Keindahan Pulau Bawah yang ada di Kecamatan Siantan Selatan yang kini sudah dikelola oleh pihak asing. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Salah satu tokoh masyarakat Desa Liuk, Kecamatan Air Asuk, Muspandi mempertanyakan masyarakat yang melakukan jual beli pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Oleh karena itu dirinya memastikan langsung hal ini kepada Perwira Penghubung Kodim 0138/Natuna, Kapten Harioko, bagaimana ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengantisipasi hal ini kedepan.

“Yang ingin kita tanyakan masalah jual beli pulau di Anambas. Kita tahu yang membeli pulau itu memang orang kita (Indonesia) tapi pengelolanya orang asing, kemudian orang lokal dilarang masuk ke wilayah itu,” tanya Muspandi kepada Pabung pada acara penyuluhan hukum di Balai Desa Air Asuk belum lama ini.

Menurutnya, dirinya perlu penjelasan yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepan. Pasalnya menurutnya itu membingungkan. “Kita ingin penjelasannya pak,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal ini, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0138/Natuna Kapten Harioko, belum bisa memberikan penjelasan yang pasti mengenai hal ini. Menurut Harioko, masih ada kerancuan mengenai adanya masalah penjualan pulau. Pasalnya yang dirinya tahu, izin-izin lengkap dari pemerintah.

“Secara teoritis kita tidak bisa menjawab sekarang soalnya kita harus menggali lagi permasalahannya,” ungkap Harioko menjawab pertanyaan Muspandi pada kesempatan itu.

Ia mencontohkan seperti Pulau Bawah yang ada di Kecamatan Siantan Selatan. Menurutnya, Pulau Bawah pada awalnya ada masyarakat yang menjual kepada seseorang. Lalu seseorang itu menjualnya lagi kepada pihak asing atas nama seorang warga negara Singapura. Sehingga orang asing itu yang saat ini mengelola pulau itu dengan membuka usaha wisata.

“Yang menjadi masalah, kami tidak tahu, pusat kaget setelah mendengar kabar ini. Meski izin lengkap, mereka menguasai pulau,” ungkapnya.

Untuk itu kedepan, dirinya berharap jika masyarakat tahu ada oknum dari mana saja yang akan menjual pulau, maka harus dilaporkan. Menurutnya kalau bisa jangan dijual tapi disewakan.

“Kalau dijual, yang mengelola harus orang kita (Indonesia), tapi kalau yang mengambil adalah orang asing, maka kita akan menjadi orang asing di negeri sendiri,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar