Nyamuk Pembawa Virus Zika Aktif Pagi dan Sore Hari

680
Pesona Indonesia
Nyamuk DBD
Nyamuk Aedes Aegepty pembawa virus Zika

batampos.co.id – Virus zika yang terinfeksi dari nyamuk Aedes Aigypti rentan menyerang dan aktif menular pada pagi dan sore hari. Yakni pada pukul 06.00-09.00 WIB serta pukul 15.00-18.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan pada jam tersebut nyamuk Aedes akan aktif bergerak dan menggigit manusia.

Oleh karena itu masyarakat Kepri diminta untuk tidak mengunjungi maupun berada di Singapura pada jam yang dinilai rawan penularan virus tersebut.

“Tidak ada larangan masyarakat untuk mengunjungi Singapura. Namun, pada jam itu (pagi-sore) diharapkan warga Batam tidak ada di Singapura,” ujar Tjetjep di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8) siang.

Dari laporan Pemerintah Singapura, saat ini 41 warganya terdeteksi positif terjaring virus zika. Dimana penderitanya mengalami demam tinggi diatas 38 derajat, mata merah, serta kepala pusing.

Dengan laporan tersebut, sambung Tjetjep, ia meminta masyarakat Batam untuk lebih memperhatikan kesehatan dengan melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur).

“Masyarakat tidak usah cemas dan khawatir. Jika tidak ada nyamuk, tentu tidak akan terinfeksi,” tegasnya.

Tjetjep meminta kepada Pemerintah Kota Batam dan seluruh Puskesmas untuk melakukan 3M secara serentak di seluruh wilayah. Sehingga, seluruh pemukiman bersih dan terhindar dari keberadaan nyamuk Aeges.

“Ini (gerakan 3M masal) masih kita koordinasikan dengan lurah dan camat. Kalau bisa, besok (Rabu) langsung kita lakukan,” katanya.

Menurut Tjetjep, orang yang terjangkit virus Zika tak dapat diobati. Namun, penderitanya nanti akan diberikan penambahan cairan daya tahan tubuh.

“Penyerangan virus ini (Zika) tergantung tingkat daya tahan tubuh kita. Tidak ada obatnya, yang penting kita pencegahan pergerakan nyamuk,” terangnya.

Tjetjep menambahkan hingga saat ini masyarakat Batam negatif dari infeksi virus Zika. Hal itu diketahui dari pemeriksaan wisatawan yang datang dari Singapura.

“Saat ini masyarakat tidak ada yang terjangkit. Dan saya himbau kepada masyarakat, jika ada yang demam untuk segera ke dokter,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi menularnya virus zika dari Singapura, terang Tjetjep, Pemerintah Kota Batam menyiagakan 95 petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di lima pintu masuk.

Diantaranya di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Pelabuhan Harbour Bay, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Punggur, dan Pelabuhan Sekupang.

“Petugas ini dirasa sudah mencukupi untuk melakukan pemeriksaan. Cuma ada dua mesin yang rusak, yaitu di Nongsa. Dan saat ini masih dalam perbaikan,” pungkasnya. (opi)

Respon Anda?

komentar