Pencapaian ATB Selama 21 Tahun Mengabdi di Batam (7)

Gelontorkan Dana Investasi hingga Rp898 Miliar

680
Pesona Indonesia

Kontribusi PT. Adhya Tirta Batam (ATB) kepada pemerintah tidak bisa dibilang kecil. Kontribusi tersebut berbentuk pajak, pembelian air baku, sewa aset, hingga investasi pembangunan beragam infrastruktur untuk mendukung kehandalan suplai air kepada pelanggan. Selama 21 tahun beroperasi, perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut sudah melakukan investasi sebesar Rp898,405 milliar dan berkontribusi dalam pembayaran pajak sebesar Rp710,564 milliar.

Sebelum ATB beroperasi, Otorita Batam (kini BP Batam) sudah membangun IPA Nongsa, IPA Harapan, IPA Ladi, dan IPA Mukakuning. Seiring jumlah pelanggan yang semakin meningkat, ATB membangun dan meningkatkan beberapa IPA agar pelayanan kepada pelanggan tetap prima.

“2015 lalu ATB meningkatkan kapasitas IPA Mukakuning dari 310 liter/detik menjadi 600 liter/detik sehingga dapat lebih banyak memproduksi air bersih. ATB selalu mengupayakan agar suplai air bersih kepada pelanggan cukup. Selain menambah kapasitas, ATB juga membangun IPA baru,” jelas Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

Pada tahun 2000 ATB mengoperasikan IPA Tanjung Piayu, satu tahun kemudian ATB mengoperasikan IPA Duriangkang.  Saat ini IPA Tanjung Piayu berkapasitas 300 liter/detik dan IPA Duriangkang  berkapasitas 2.200 liter/detik. IPA tersebut dibangun seiring dengan bertambahnya dam yang dibangun Otorita Batam, yakni Dam Duriangkang.

Bila Dam Tembesi selesai dibangun, Enriqo menuturkan, ATB juga akan membangun IPA di sekitar dam tersebut. Pembangunan IPA memang menjadi tanggung jawab ATB sebagai pengelola air bersih di Batam dan sebagai pemegang hak konsesi yang diberikan Otorita Batam selama 25 tahun pada 1995 lalu.

IPA Piayu yang dibangun ATB untuk menjaga kehandalan suplai air kepada pelanggan.
IPA Piayu yang dibangun ATB untuk menjaga kehandalan suplai air kepada pelanggan.

“Selain melakukan investasi di wilayah hulu, ATB juga menanamkan investasi diwilayah hilir dengan melakukan beragam pembangunan pipa. Saat ini pipa yang sudah teraliri air ATB sudah mencapai 3.468 kilometer. Selain membangun jaringan pipa, ATB juga melakukan investasi dengan membangun tanki agar suplai air kepada pelanggan tetap handal. Saat ini ATB sudah membangun 16 tanki reservoir yang tersebar diseluruh Batam dengan total kapasitas mencapai 61.300 m3,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sesuai kesepakatan konsesi, seluruh investasi yang terkait operasional ditanggung oleh ATB. Nanti saat konsesi pengelolaan air bersih ATB dengan Otorita berakhir pada tahun 2020, seluruh aset tersebut kami serahkan kepada BP Batam.

“Hal tersebut tentu menguntungkan pemerintah. Tanpa mengeluarkan dana, pemerintah bisa memperoleh seluruh aset tersebut,” imbuhnya. (*)

Respon Anda?

komentar