Semua Pihak Diminta Tetap Jaga Kerukunan Umat Beragama

536
Pesona Indonesia
Petugas kepolisian menggeledah rumah orang tua pelaku teror bom, di Jalan Setia Budi Gang Sehati, Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS/JPNN.com
Petugas kepolisian menggeledah rumah orang tua pelaku teror bom, di Jalan Setia Budi Gang Sehati, Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS/JPG

batampos.co.id – Banyak pihak menyayangkan peristiwa bom yang terjadi di Gereja St Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (28/8). Meski demikian, semua pihak diminta terus menjaga kerukunan dan ketentraman umat beragama di Kota Medan.

“Terorisme musuh bersama bagi dunia dan kemanusiaan, karena itu diperlukan kerjasama antarnegara dan aparat dan khususnya masyarakat Kota Medan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan, keresahan di kalangan masyarakat.

“Medan merupakan kota yang kita cintai, keramahan, kesantunan adalah cara kita membangun daerah, bukan dengan cara-cara provokasi dan perusakan,” kata Ketua PC GP ANSOR Kota Medan Khairul Azhar, seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini (31/8).

Pihaknya kata dia, sangat menyayangkan aksi terorisme yang mengusik keamanan dan ketentaraman, serta mengganggu kerukunan beragama. Teror di rumah ibadah telah merusak citra beragama dan bermasyarakat. Tindakan yang tidak dibenarkan dalam berkehidupan bernegara dan beragama.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tetap bersatu dan bekerjasama di lingkungan masing-masing. Melaporkan kepada aparat keamanan jika menemukan suatu kegiatan yang mencurigakan di lingkungan masing-masing. Mengajak umat beragama dalam kesehariannya tidak keluar dari bingkai ajaran agama yang humanis.

“Tidak ada kata damai untuk aksi (terorisme) itu. Yang ada adalah kata lawan dan perang,” katanya.

Lembaga Hubungan Pemuda dan Agama PP GP ANSOR A Jabidi Ritonga menambahkan, masyarakat juga harus aktif dan selektif agar tidak mengikuti ajaran yang menyesatkan. “Tidak ada satu agama pun yang membenarkan menyakiti bahkan membunuh orang lain. Kita harus tetap solid dan rukun menjaga keberagaman yang ada,” katanya.

Para pelaku aksi teroris cenderung dari kalangan muda yang produktif. Orang muda yang seharusnya berperan dalam membangun masyarakat dan negara. “Sebagai orang muda seharusnya melakukan kegiatan yang positif untuk masa depan, membangun negara yang aman dan tentram. Negara yang memiliki keharmonisan sesama,” katanya.

Percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik itu, juga mendapat respon dari aktivis muda Nahdahatul Ulama Ahmad Riduan. Ia meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut. Pasalnya akhir-akhir ini Sumut sebagai refresentasi kerukununan umat beragama, lagi diancam dengan kejadian kejadian yang ingin memantik konflik horizontal sesama umat.

“Aksi percobaan bom bunuh diri yang dilakukan oleh anak berusia 18 tahun itu terlihat sangat amatiran, dan anehnya itu pelaku mau melakukan aksi teror bawa KTP untuk apa? Bawa simbol-simbol keislaman tapi tulisannya saja salah. coba dicek, tidak ada kejadian teror yang dilakukan itu membawa simbol simbol yang salah,” kata Bendahara Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PBMII) itu.

Dirinya mendorong agar pihak kepolisian dapat menyelidiki lebih jauh motif sang pelaku. Menurutnya saat ini yang terpenting, seluruh komponen keagamaan yang ada di Medan harus meyakini bahwa tidak ada agama yang membenarkan tindakan-tindakan seperti itu.

“Kami meminta dan mendukung pihak kepolisian mengusut tuntas masalah ini. seldiki dengan baik siapa aktor dibalik percobaan bom bunuh diri ini. Kami tegaskan agar jangan ada yang mencoba merusak kerukunan beragama kami di Sumut,” tegasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar