Raba-Raba Muridnya, Guru Sekolah Swasta Dilaporkan ke Polisi

1098
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Seorang guru warga negara asing asal Filipina dilaporkan ke Polresta Barelang karena diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap dua orang murid kelas 4 dan kelas 7 di sekolah swasta yang berada di kawasan Sungai Panas.

Ani Lestari, perwakilan dari LSM Pemerhati Anak, Sosial dan Pemerhati Perempuan Batam mengungkapkan awal terungkapnya kasus ini dari orang tua korban. Orang tua korban mengaku, baru mengetahui hal ini saat anaknya malas untuk masuk sekolah pada tanggal 4 Agustus 2016 lalu.

Melihat anaknya yang terlihat malas masuk sekolah setiap hari Senin, orang tua korban langsung bertanya alasan anaknya, mengapa ia sampai malas masuk sekolah.

“Ibunya merasa curiga kenapa anak malas untuk masuk sekolah, kemudian ditanya sama orang tuanya, baru diberitahu anaknya,” ungkap Ani, Rabu (31/8).

Kepada orang tuanya, sang anak mengaku jika dirinya telah diraba-raba, dikecup kepala sebelah kirinya hingga dirangkul oleh sang guru berinisial A saat masuk jam mata pelajaran matematika.

“Pengakuan korban, dia mengaku kalau dirinya diraba-raba saat jam pelajaran oleh guru tersebut. Anak itu juga menjadi trauma saat masuk jam mata pelajaran guru itu,” katanya.

Adapun pengakuan dari korban, saat guru tersebut meraba tubuh korban dengan alasan untuk mengetahui berapa jumlah uang yang berada di kantong korban.

“Kan gak masuk akal kalau guru laki-laki merogoh kocek anak muridnya karena alasan untuk mengetahui berapa uang anak muridnya,” ujar Ani.

Ani menambahkan, anak yang baru masuk ke sekolah selama dua minggu tersebut saat ini telah di pindah ke sekolah lain.

“Anak ini merupakan anak yang pintar, dia saat ini telah dipindahkan ke sekolah lain,” pungkas Ani.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari pihak sekolah swasta itu membantah adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya sendiri. Pihak sekolah mengatakan saat ini tidak ada guru asing yang mengajar di sekolahnya.

“Tidak ada, di sekolah ini tidak ada guru asing. Guru kami orang Indonesia semua,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (31/8).

Ketika dikonfirmasi soal guru yang berisial Ayang mengajar mata pelajaran matematika, pihak sekolah juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. “Kalau untuk nama itu akan kita cek lagi, nanti akan kita berikan konfirmasi lagi,” pungkasnya. (eggi/bpos)

Respon Anda?

komentar