Sepanjang Tahun 2016, KPPAD Tangani 44 Kasus Anak

375
Pesona Indonesia

anakbuayabatampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KKPAD) Kepri mencatat ada 44 kasus anak yang terjadi di Batam sepanjang tahun 2016 ini.

Meskipun masih tergolong tinggi namun dari data tersebut pihak KPPAD menilai belum ada peningkatan yang serius dari jumlah kasus anak tahun 2015 lalu.

Wakil ketua KPPAD Kepri Ery Syahrial mengatakan kasus anak tersebut diantaranya kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebanyak dua kasus, Perlindungan Khusus seperti anak dalam situasi darurat ada satu kasus, anak yang dieksploitasi secara ekonomi atau seksual satu kasus, anak korban penculikan dan perdagangan dua kasus, anak korban kasus kekerasan fisik atau psikis delapan kasus, anak korban kekerasan seksual enam kasus, anak korban perlakuan salah atau penelantaran empat kasus, kasus Hak Dasar seperti pendidikan empat kasus dan kasus hak asuh sebanyak 16 kasus.

Dari total jumlah kasus anak yang terlibat sebanyak 80 orang yang terdiri dari 25 anak laki-laki dan 55 anak perempuan.

“Kebanyakan kasus pencurian,” ujarnya.

Sebagian kasus anak itu lanjut Ery sudah diselaisaikan dan sebagian lagi masih dalam proses hukum selanjutnya.

“Secara umum memang masih banyak tapi dari data yang masuk ke kami sampai Juli kemarin memang agak menurun dari tahun lalu. Tahun lalu banyak anak-anak terlibat kasus pembegalan,” ujar Ery lagi.

Dia menjelaskan kasus anak berhadapan dengan hukum itu umumnya karena kelalain pengawasan dari orangtua. Banyak orangtua anak yang lalai dengan pengawasan anaknya.

“Makanya Untuk keluarga harus dikembalikan supaya anak-anak tidak terjerumus dalam kelompok anak yang melakukan kejahatan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak anak-anak jadi pelaku dan korban karena kurang perhatian keluarga. Banyak anak-anak yang mencari ketenangan keluar rumah lantaran sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari orangtuanya.

Selain itu ada juga anak-anak karena korban perceraian dan pengasuhan anak yang tidak baik. Ia meminta kepada orangtua anak supaya meningkatkan pengawasan dan mengontrol perilaku anaknya. (eja)

Respon Anda?

komentar