Terungkap! 10 Kg Sabu Diselundupkan Ke Dalam Bungkusan Teh Cina

430
Pesona Indonesia
Terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng didampingi penasehat hukum dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita, saat mendengarkan pemaparan saksi-saksi dari anggota BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadapnya, Selasa (30/8) di Pengadilan Negeri Batam. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng didampingi penasehat hukum dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita, saat mendengarkan pemaparan saksi-saksi dari anggota BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadapnya, Selasa (30/8) di Pengadilan Negeri Batam. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Sidang peredaran sabu dalam jumlah besar digelar di Pengadilan Negeri Batam. Sebanyak 10 kilogram sabu yang dibagi dalam 10 bungkus (paket) teh cina dan disebut-sebut sebagai milik Fendi Hidayat (DPO) itu, mulai terungkap saat para anggota Fendi tertangkap.

Kali ini, terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng yang menjalani sidang beragendakan pemeriksaan saksi, Selasa (30/8). Tiga saksi dari BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa, menjelaskan bahwa terdakwa berperan sebagai penyimpan sabu.

“Sekira Februari lalu, Fendi memberikan 10 bungkus teh cina yang berisikan sabu kepada terdakwa di rumah Yusrizal (berkas terpisah). Fendi meminta agar terdakwa menyimpan sabu tersebut,” jelas salah satu saksi.

Dengan kesepakatan yang dibuat, terdakwa menyanggupi. Ia berinisiatif menyimpan sabu dibawah tumpukan karung pasir yang ada di rumah kosong depan rumah terdakwa di Kampung Bugis, Belakang Padang.

Dua bulan setelahnya, Fendi, Yusrizal dan terdakwa kembali bertemu dengan tujuan untuk mengambil beberapa bungkus teh cina berisi sabu.

“Sewaktu terdakwa mengambil di tempat penyimpanan, didapati terdakwa sabu tinggal delapan paket. Padahal, sebelumnya terdakwa menceritakan dirinya tidak ada mengambil sabu dari tempat penyimpanan,” lanjut saksi.

Anehnya, dua paket sabu disebut terdakwa hilang, tidak tahu siapa yang mengambil. Hingga pada paket sabu yang lainnya, terdakwa memberikan kepada Fendi dan Yusrizal sebanyak tiga paket sesuai permintaan.

Tiga paket itu kemudian dibagi-bagi lagi dalam takaran kecil untuk diedarkan oleh beberapa kurir yang kini juga telah berstatus terdakwa (berkas terpisah).

“Dari lima paket sabu yang tinggal, terdakwa juga menjual satu paket sabu ke anak buah kapal yang hendak berangkat ke Thailand. Paket itu berisi 500an gram saja. Dijual dengan harga berkisar Rp 600 jutaan,” papar saksi.

Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan pihak BNN Kepri, terdakwa Fery bersama Yusrizal dan empat rekan lainnya berhasil ditangkap di tempat yang terpisah-pisah.

“Terdakwa sendiri (Fery,red) ditangkap dirumahnya dengan barang bukti empat bungkus teh cina berisi sabu, yang ditotalkan menjadi 4425 gram sabu,” sebut saksi.

Pemaparan dari saksi-saksi, keseluruhannya dibenarkan oleh terdakwa yang didampingi pensehat hukum (PH) dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita.

Dihadapan Hakim Ketua Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor, JPU Yogi Nugraha kembali akan mengajukan beberapa saksi dalam persidangan terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng, pekan depan. (cr15)

Respon Anda?

komentar