Cegah Zika, Pelabuhan Internasional di Batam Pasang Thermo Scanner

568
Pesona Indonesia
Turis asal Singapura saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (31/8/2016). Foto: rezz Herdiyanto/batampos.co.id
Turis asal Singapura saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (31/8/2016). Foto: rezz Herdiyanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Antisipasi virus zika masuk Batam, pengawasan terhadap turis di pintu-pintu masuk internasional terus ditingkatkan.

Pelabuhan Internasional Batam Center, misalnya, sejak kemarin sudah terpasang alat Thermo Scanner atau alat deteksi suhu tubuh bagi wisatawan yang datang. Selain itu, juga dilakukan fogging di sekitar area pelabuhan.

“Mulai hari ini (kemarin) alat ini dipasang. WHO (World Health Organization) sudah katakan darurat zika,” kata Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) International Ferry Terminal, Bahzomi Fuadi, Rabu (31/8/2016).

Setiap penumpang yang akan turun dan melewati pelabuhan tersebut secara otomatis akan di-scan sehingga bisa diketahui tingkat suhu tubuhnya.

“Jika ada penumpang suhu badannya di atas 38 derajat celcius, alatnya akan bunyi dan berwarna merah,” terangnya.

Petugas akan memisahkan penumpang yang bersangkutan dan dibawa ke pusat layanan kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dibawa ke RSUD Embung Fatimah, tidak boleh nolak (kalau mau dibawa) harus ikut, ini kan antisipasi untuk orang banyak dan diatur undang-undang,” ucapnya.

Menurutnya sebelum masuk Batam, di Pelabuhan Singapura, petugas KKP juga membagikan kartu pengawasan virus zika untuk diisi penumpang.

“Kartu ini diisi penumpang, jika ada tanda-tanda juga akan diperiksa lebih lanjut,” terangnya.

Selain alat deteksi suhu tubuh, di pelabuhan tersebut juga dipasang Body Clean Disinfection Health Quarantine. Alat ini berfungsi untuk mengetahui virus yang bisa saja dibawa penumpang

“Sudah ada sejak tahun 2010, saat-saat seperti ini kita gunakan,” ucap Manager Operasional PT Synergy Tharada selaku pengelola pelabuhan, Nika Astaga.

Pemeriksaan juga dilakukan petugas KKP Kelas I Batam kepada 20 penumpang dari Singapura di Pelabuhan Internasional Sekupang, Rabu (31/8/2016). Petugas melakukan pemeriksaan dengan menggunakan thermometer digital.

“Tadi ada 20 menit kami melakukan pemeriksaan, dan hasilnya semua penumpang aman, rata-rata suhu badan mereka berkisar 35-36 celcius,” kata Kepala KKP Kelas I Batam, Anas Maruf, Rabu (31/8/2016).

Kegiatan ini merupakan antisipasi penyebaran virus Zika yang telah mewabah di Singapura. Selain melakukan pemeriksaan pada tubuh, petugas juga membagikan kertas kesehatan kepada penumpang kapal.

“Sejauh ini mereka merespon dengan baik, apa yang kami lakukan,” ujarnya.

Budi Habli, salah seorang penumpang menuturkan, tidak ada masalah terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas. Dirinya menilai ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya. Hanya saja dia menyayangkan penggunaan alat yang terbatas.

“Jadi lama, kita kan ada keperluan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Internasional Sekupang, puluhan penumpang terlihat antre saat dilakukan pengecekan suhu tubuh. Selain itu, penumpang cukup kooperatif mengisi kertas kesehatan yang dibagikan oleh petugas KKP.  (ceu/cr13/cr17)

Respon Anda?

komentar