CPNS Honor K2 Pertanyakan Nasib Mereka

2686
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah calon pegawai negeri sipil dari Honorer Kategori 2 (K2) mengeluhkan sampai saat ini belum ditetapkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal CPNS K2 tersebut telah diangkat dan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) per 1 Juni 2014 silam.

Sardian, salah seorang CPNS mengatakan seharusnya selasai LPJ Prajabatan 2015 silam tak lama berselang CPNS dapat diangkat menjadi PNS. Namun kenyataannya tidak demikian. “CPNS K2 masih belum diangkat padahal Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) telah dimulai sejak 1 Juli 2015,” ungkap Sardian, kepada sejumlah wartawan di depan Hotel Tarempa Beach Rabu (31/8)

Sardian mengungkapkan CPNS K2 saat ini terdapat sebanyak 74 orang. Menurutnya banyak sekali kerugiannya ketika belum resmi ditetapkan sebagai PNS, salah satunya gaji pokok yang didapat hanya 80 persen. Begitu juga CPNS K2 untuk guru jika belum diangkat walaupun sudah melaksanakan sertifikasi, tapi tidak mendapatkan tunjang sertifikasinya.

Bukan hanya itu, tunjangan kesejahteraan pegawai atau lebih dikenal dengan kesra pegawai juga hanya 80 persen. “Seharusnya ini mesti menjadi perhatian pemerintah dan jangan dibiarkan,” tegasnya.

Ia bersama kawan seperjuangan sudah berupaya untuk mencari jalan keluar supaya cepat ditetapkan menjadi PNS. Namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Terakhir, ia juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris. “Tadi pagi jam 09.00 WIB kami 6 orang CPNS K2 Sudah menghadap bupati menyampaikan keluh kesah ini,” bebernya.

Jawaban dari Bupati ,kata Sardian, akan tetap menunggu APBDP namun terlebih dahulu dikonsultasikan. Yang menjadi pertanyaan saat ini yakni kenapa tidak dianggarkan pada APBDP tahun 2015 silam ataupun APBD Murni tahun 2016. “Sebelum ini kita juga sudah menyampaikan keluh ini sudah empat kali kalau tak salah, baik itu ke Asisten I dan lainnya,” terangnya.

Sardian juga mendesak pemerintah untuk jeli dalam memperhatikan nasib CPNS K2. “Saya sangat berharap pemerintah saat ini memperhatikan hak-hak CPNS K2,” tutupnya.

Diketahui bahwasanya penerimaan CPNS Honor K2 merupakan lanjutan dari penerimaan tes CPNS Honor K1 yang sudah dilaksanakan sejak pemerintahan Natuna. Karena masih ada sisa, maka dilanjutkan dengan penerimaan berikutnya yakni penerimaan Honor K2. Dari 75 peserta yang diterima hanya 74 orang. Satu diantaranya mengundurkan diri. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar