KPA Khawatir HIV Sudah Menjangkiti Kalangan Pelajar di Natuna

668
Pesona Indonesia
Ppertemuan warga peduli Aids di aula RSUD Natuna, Rabu (31/8). foto:aulia rahman/batampos
Ppertemuan warga peduli Aids di aula RSUD Natuna, Rabu (31/8). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Komisi Penanggulan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Natuna mencurigai penularan virus HIV yang digolongkan tertinggi di Kepri, sudah menyebar di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Pasalnya, pada tahun 2015 lalu angka penularan virus HIV mencapai 12 persen di Natuna. Angka tersebut bukan berasal dari kalangan resiko tinggi. Namun berasal dari kalangan masyarakat umum.

Ketua KPA Kabupaten Natuna, Radian Patril Tedi, mengungkapkan, angka penularan virus HIV di Natuna paling dominan adalah usia produktif, antara usia 25 – 29 tahun, termasuk kalangan ibu rumah tangga dan anak anak.

“Tahun 2015 lalu itu ditemukan sekitar 15 warga positif tertular HIV. Angka itu dari kalangan umum, tentu persentasenya sangat tinggi di Kepri bahkan secara nasional, jika dilihat dari jumlah penduduk Natuna kurang dari 100 ribu jiwa,” ujar Tedi dalam pertemuan warga peduli Aids di aula RSUD Natuna, Rabu (31/8).

Dikatakan Tedi, kondisi penularan virus HIV di Natuna dikawatirkan menjadi fenomena gunung es. Saat ini baru terlihat hanya puncaknya, namun penularannya lebih tinggi dari data yang diketahui.

“Fenomena gunung es ini yang sangat kami kawatirkan. Tentu nanti banyak faktor menjadi imbas, salah satunya ekonomi,” ujar Tedi.

Dalam pertemuan WPA tersebut yang dihadiri sejumlah kalangan masyarakat, baik pelajar, Kades, Kelurahan dan ormas, KPA mengharapkan adanya kesadaran mensosialisasikan kepada masyarakat, bahayanya penularan virus HIV.

“Sekarang ini yang lebih dikawatirkan, pergaulan bebas pelajar. Mereka lebih rentan dengan minimnya wawasan, dibanding kalangan risiko tinggi seperti wanita penjaja seks. Dan pelajar adalah generasi penerus bangsa yang perlu dijaga dan lindungi seluruh elemen pemerintah dah masyarakat,” ujar Tedi.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HIV di Natuna Faturrahman menilai, pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan, sudah saat ini melakukan pencegahan dini penularan virus HIV kepada kalangan pelajar. Baik itu penyuluhan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Selama ini dinas kesehatan hanya fokus pada WPS saja. Kedepan pemeriksaan darah mesti meliputi kalangan pelajar dan mahasiswa. Tentu kita semua tahu, bukan tidak mungkin, sementara penularan viurs HIV sekarang didominasi kalangan usia produktif,” ujar Faturrahman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar