Prostitusi Gay dengan Korban Anak-Anak Terbongkar, Ini Permintaan KPAI

717
Pesona Indonesia
Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh. Foto: dok. jpnn
Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh. Foto: dok. jpnn

batampos.co.id – Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap kasus prostitusi gay dengan korban anak-anak di bawah umur di Bogor.

Terkait kasus itu, Ketua Komisi Perlidungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengapresiasi keberhasilan tersebut.

“Tidak sedikit komunitas para gay berkembang dan menyasar anak sebagai korban. Bahkan kemudian ada komunitas anak, salah satunya komunitas gay brondong yang berada di Bogor ini,” ujar Asrorun kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id), Kamis (1/9/2016).

Asrorun berharap kasus ini menjadi alarm bagi masyarakat dan orangtua, lantaran ancaman kejahatan seksual bentuknya semakin beragam.

“Modus kejahatan seksual semakin beragam, mulai perkosaan, trafficking, pencabulan, sodomi, hingga prostitusi gay. Ini fenomena gunung es, yang harus ditangani secarar utuh,” tegasnya.

KPAI melihat anak-anak yang jadi korban harus segera memperoleh rehabilitasi dan pemulihan agar tidak terus dalam kemenyimpangan seksual.

Kemudian, untuk terduga muncikari AR, kata dia, harus dikenakan Pasal 81 Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Perlindungan Anak, yang mengatur hukuman pidana, hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau penjara minimal 10 maksimal 20 tahun.

“AR adalah seorang residivis atas kejahatan serupa, korbannya pun lebih dari satu sehingga terpenuhi unsur untuk pemberatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat penggerebekan ditemukan ada 7 anak laki-laki, satu dewasa dan enam lainnya di bawah umur. “Ternyata kami temukan daftar bahwa AR punya 99 anak,” ungkapnya.

Agung menambahkan, 99 anak ini usianya masih di bawah 16 tahun. Mereka paling banyak berasal dari wilayah Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan, ternyata 99 anak ini tidak dikumpulkan dalam satu rumah. Melainkan mereka akan dipanggil atau dihubungi saat ada pelanggan.

“99 anak ini tetap tinggal bersama keluarga mereka. Nanti ada komunikasi antara AR dengan korban,” tambah Agung. (cr2/JPG)

Respon Anda?

komentar