Rudi Dipecat Secara Tidak Hormat, Demokrat Batam Dipimpin Hinca Panjaitan

7091
Pesona Indonesia
Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan berbincang dengan Ketua DPD Partai Demokrat Apri Sujadi dan Anggota DPRD Batam Helmy Hemilton diruangan Fraksi partai Demorat kantor DPRD Batam, Rabu (31/8/2016). Kedatangan Sekjen DPP Parati Demokrta terkait mundurnya Rudi dari Ketua DPC Partai Demokrat Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan berbincang dengan Ketua DPD Partai Demokrat Apri Sujadi (kiri) dan Anggota DPRD Batam dari Fraksi Demokrat Helmy Hemilton diruangan Fraksi partai Demorat kantor DPRD Batam, Rabu (31/8/2016). Kedatangan Sekjen DPP Parati Demokrta terkait loncatnya Rudi dari Ketua DPC Partai Demokrat Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id -Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat kecewa dengan sikap Rudi yang mereka usung saat Pilwako Batam dan memilih loncat ke Partai Nasdem setelah terpilih. DPP mengambil langkah tegas dengan menyatakan memecat secara tidak hormat Rudi yang kini menjadi Wali Kota Batam itu.

“Saudara Rudi kami berhentikan dengan tidak hormat karena pindah dari partai tanpa pemberitahuan,” ujar Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Hinca Panjaitan kepada wartawan di kantor DPRD Batam, Rabu (31/8/2016).

Menurut Hinca, pemecatan itu sebagai akibat dari dilanggarnya Anggaran Dasar (AD) partai oleh Rudi. “Dalam AD kami kalau memilih dua tempat (partai,red) itu namanya kesalahan fatal karena itu kami berhentikan dengan tidak hormat,” sebut Hinca.

Namun demikian Hinca menyebutkan Partai Demokrat ikhlas untuk merelakan Rudi berpolitik di partai lain dan akan bertarung pada kompetisi politik akan datang.

Kabar Rudi pindah ke Nasdem mulai beredar di media pada 29 Agustus 2016, lalu. Dari sumber-sumber di sekitar Rudi terungkap sejumlah alasan mengapa ia loncat ke partai Nasdem.

Rupanya Rudi telah diberpindah partai sejak 24 Agustus 2016.

rudi

Hinca pun mengambil alih pimpinan sementara DPC Demokrat Batam sebagai pelaksana tugas (Plt) hingga terselenggaranya Musyawarah Cabang Luar Biasa (muscablub) untuk memilih calon ketua DPC definitif secepatnya.

“Dengan demikian kami pastikan bahwa Partai Demokrat Kota Batam tetap bekerja dan melaksanakan tugas-tugasnya. Pesan politik yang ingin kami sampaikan adalah agar fraksi Partai Demokrat Kota Batam sebagai perpanjangan partai agar melaksanakan tiga fungsinya secara baik dan maksimal khususunya fungsi pengawasan agar pelaksanaan pelayanan pemerintahan untuk masyarakat Kota Batam berlangsung dengan baik dan maksimal,” ujar Hinca.

Hinca sendiri mulai menjalankan roda partai Demokrat di Batam, Rabu (31/8/2016) kemarin. Ia langsung memimpin rapat internal para pengurus PD Kepri dan kader PD Kota Batam di Harmoni Hotel, Nagoya.

Ia juga menyampaikan Kepri dan Kota Batam sangat penting bagi perjuangan Demokrat karena tidak hanya terkait nasionalisme tapi juga regional Laut China Selatan.

“Jadi kami punya perhatian serius untuk Natuna dan sekitarnya jadi episentrum politik Kepri kami gerakan dari Kota Batam,” pungkasnya.

Rudi sendiri sejak 24 Agustus lalu telah ditetapkan menjadi Sekretaris Wilayah Partai Nasdem Kepri. Ini terkuak saat pelaksanaan rapat konsolidasi Partai Nadem Kepri yang dipimpin langsung Ketua DPW Nasdem Kepri, Nurdin Basirun di Harmoni One hotel, Minggu (28/8/2016) lalu.

Sebelum ke Nasdem, Rudi tercatat pernah loncat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Partai Demokrat (PD) tahun 2013 silam, lalau ke Partai Nasdem (2016).

Rudi meninggalkan Demokrat karena merasa tak dihargai. Sudah lima bulan ia terpilih sebagai Ketua DPC PD Batam, namun tak kunjung dilantik. Namun, Rudi sendiri menolak memberkan alasannya meninggalkan partai yang telah mengantarkan dirinya ke kursi nomor satu di Batam. (spt)

Respon Anda?

komentar