Satu Tahun, Warga Miskin Bertambah 1.188 KK

776
Pesona Indonesia
Salbiah, salah satu warga miskin yang   telah mendapatkan bantuan rehab rumah. foto: Wijaya Satria/Batampos
Salbiah, salah satu warga miskin yang telah mendapatkan bantuan rehab rumah. foto: Wijaya Satria/Batampos

batampos.co.id – Pertumbuhan angka kemiskinan di Kabupaten Lingga meningkat tajam. Dari data yang diterima Kementerian Sosial Republik Indonesia, jumlah warga miskin tahun ini meningkat hingga 1.188 Kepala Keluarga (KK). Pada tahun lalu, sebanyak 863 KK tercatat sebagai keluarga miskin sedangkan tahun ini angka tersebut tumbuh hingga mencapai angka 2.051 KK.

Menurut tokoh pemuda, Rony Kurniawan, peningkatan angka kemiskinan bersumber dari minimnya lapangan kerja di Tanah Bunda Melayu ini. Sejumlah perusahaan yang ada dan beroperasi di Kabupaten Lingga juga masih tergolong perusahaan sedang dan perusahaan kecil.

Data perusahaan yang beroperasi di Tanah Bunda Melayu dan telah melaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan hanya berjumlah 40 perusahaan saja. Perusahaan yang terdata itu juga masih tergolong perusahan menengah dan perusahaan kecil sehingga kurang mampu menampung tenaga kerja yang lebih banyak.

“Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten memikirkan lapangan kerja yang nyata untuk menyedot tenaga kerja lokal berjumlah besar. Gunanya untuk mengikis angka kemiskinan tersebut,” kata Rony yang akrab disapa Iwan Munir ketika ditemui di Dabo Singkep, Rabu (31/8) siang.

Untuk itu, Rony berpendapat kondisi masyarakat Lingga sudah pada tingkat kronis sehingga memerlukan penanganan yang lebih cepat agar tidak berlarut pada kondisi yang lebih mengkhawatirkan lagi. Selain itu, Iwan menyarankan kepada Pemkab Lingga untuk melirik potensi lain yang memang menjadi andalan Kabupaten Lingga seperti hasil kelautan yang sangat kaya.

Selain itu Iwan mengatakan, semestinya pemerintah tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif. Namun pria berambut cepak ini mengharapkan bantuan yang diberikan bersifat produktif bagi masyarakat sehingga dapat memberikan hasil berkesinambungan untuk menopang kebutuhan masyarakat di Tanah Bunda Melayu ini.

“Bantuan bersifat konsumtif justru menambah jumlah kemiskinan, karena masyarakat malah dididik untuk menadahkan tangan saja tanpa berusaha,” ujar Iwan.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lingga H Muslim menyatakan kalau dinasnya telah banyak menjemput dana pusat berbentuk bantuan kepada warga miskin. Walaupun Muslim mengaku ada sejumlah bantuan yang belum berjalan lancar seperti yang diharapkan.

“Kami ada program bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEB) yang akan digelontorkan dengan tujuan untuk meningkatkan usaha warga tersebut,” kata Muslim di kantornya.

Selain itu, Dinas Sosial juga mendapatkan dana dari pusat untuk membantu masyarakat dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tujuannya juga meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Lingga. Muslim menjelaskan, bantuan PKH tentunya menekan angka putus sekolah sehingga diharapkan kedepannya kehidupan masyarakat Kabupaten Lingga meningkat.(wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar