Walaupun Damai, Sanksi untuk Oknum ASN ‘Preman’ Tetap Berlaku

532
Pesona Indonesia
 Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq secara tegas mengatakan tidak akan pilih kasih terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan aksi tidak terpuji dengan membawa parang dan mengancam salah seorang staf kantor Kecamatan Meral beberapa waktu lalu. Pihaknya, tidak akan tinggal diam dan akan memberikan saksi terhadap oknum ASN tersebut.

”Saya tegaskan, tidak ada pilih kasih dalam hal ini. Mentang-mentang adek pejabat, tetap kita berlakukan sama memberikan sanksi yang tegas. Walaupun proses perdamaian sudah dilakukan, tetapi sanksi tetap kita berlakukan,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Karimun, saat di konfirmasi oleh awak media di rumah Dinas Bupati Karimun, kemarin (31/8).

Ia mengatakan, saat ini masih dalam proses dari pihak kecamatan untuk melayangkan surat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bagaimana kronologi kejadian. Kemudian, ditindaklanjuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai pembina ASN. Dalam hal ini, proses pengancaman tersebut sudah ada unsur pidananya, karena sudah ada niat ingin melakukan tindakan kriminal terhadap pegawai Kecamatan Meral.

”Sanksi paling berat yaitu pemberhentian tidak hormat. Oknum ASN yang bertindak seperti premanisme sangat saya sesalkan. Kan, sudah surat keputusan Bupati tentang pemotongan kesra dikarenakan tidak masuk kerja. Itu berlaku semua ASN di lingkungan Pemkab Karimun. Ya harus ikut aturan mainlah,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Sebelumnya, Camat Meral, Eko Riswanto, secara tegas telah menyatakansudah tidak menginginkan oknum ASN tersebut kerja di lingkungan Kecamatan Meral. Karena, apabila masih bekerja di Kecamatan Meral nanti akan mengganggu psikologis staf lainnya. Sehingga, kenyamanan para staf untuk beraktivitas memberikan pelayanan kepada masyarakat terganggu.

” Intinya, saya tidak menginginkan oknum itu bekerja diwilayah saya,” singkatnya.

Sementara anggota DPRD Karimun M Yusuf Sirat, ketika dimintai tanggapannya mengecam perilaku oknum ASN. Tindakan tersebut sangat berbahaya terhadap orang lain apalagi dilakukan di kantor pemerintahan.

“Benar-benar memalukan, jangan mentang-mentang oknum ASN itu adek pejabat. Ini harus menjadi perhatian khusus dari Pemkab Karimun, khususnya Sekda sebagai penanggungjawab pembina aparatur negara. Harus ada sanksi terhadap pelaku, agar sebagai contoh terhadap ASN lainnya, jangan seperti premenisme,” katanya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar