Alhamdulillah, Virus Zika Belum Ditemukan di Pekanbaru

1677
Pesona Indonesia
Penumpang dari Singapura sedang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan di ruang kedatangan luar negeri bandara SSK II Pekanbaru, Kamis (1-9-2016)
Penumpang dari Singapura sedang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan di ruang kedatangan luar negeri bandara SSK II Pekanbaru, Kamis (1-9-2016)

batampos.co.id – Virus Zika tengah hangat dibicarakan. Apalagi virus terSebut telah menyerang beberapa warga di Singapura. Meski demikian kota Pekanbaru sebagai kota yang berbatasan langsung dengan negara tersebut belum ditemukan kasus virus tersebut di Pekanbaru, Riau.

Namun demikian masyarakat harus waspada. Karena virus Zika hampir sama dengan Cikungunya. Terlebih lagi musim penghujan seperti saat ini lebih memudahkan virus baru masuk ke dalam tubuh manusia termasuk virus zika.

Seperti yang diungkapkan oleh Kasi Pencegahan Penyakit dan Pengendalian KLB, Hamdan MKes seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (2/9).

“Sampai sekarang belum ada ditemukan di Pekanbaru. Tapi harus ada kewaspadaan juga dari masyarakat mana tahu di musim penghujan ini muncul virus Zika di Riau,”ujar Hamdan.

Ia juga berkoordinasi dengan pihak Bandara Sultan Syarif Qasim II untuk memperketat pengawasan mobilitas orang dari Singapura ke Pekanbaru untuk meminimalisir kasus virus zika. Tak hanya bandara Pelabuhan Sungai Duku juga diperketas sebagai lalu lintas masyarakat dari luar agar mencegah masuknya virus Zika.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) SSK II dan Sungai Duku sebagai pintu masuk orang dari Singapura,” kata Hamdan.

Menurut Hamdan upaya pendeteksian dini bagi pendatang yang baru dari negara Singapura dilakukan saat mereka mendarat di pelabuhan dan bandara. Karena Riau khususnya Pekanbaru bertetangga dengan negeri Singa tersebut. “Pengawasan ini bertujuan mendeteksi apakah virus Zika yang kini berjangkit di negara tetangga terbawa di dalam tubuh pendatang,” katanya.

Jika memang ada ditemukan maka Diskes sudah berkoordinasi dengan KKP akan meneruskan proses karantina bagi pasien ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Selanjutnya setelah uji kesehatan menyatakan positif maka akan dirujuk ke rumah sakit. Namun menurut Helda setakat kini pihaknya belum ada menerima laporan tentang warga atau pendatang asal Singapura yang terdeteksi mengidap Zika.

“Kita berharap tidak ada warga yang ketular dari luar negeri, karena sejauh ini memang belum ada laporan temuan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan lebih rinci terhadap virus zika, dimana virus tersebut disebabkan nyamuk Aides Aigepty, biasanya yang dirasakan penderita Zika ini mengalami sakit ditulang persendian. Perbedaan dari DBD dan Zika adalah jika DBD menular kalau Zika tidak menular, hanya saja berbahaya bagi ibu hamil karena akan mengalami pengecilan tengkorak bayi. “Suhu badan mencapai 40 derajat dan menimbulkan bintik-bintik merah di tubuh,”ujarnya.

Antisipasi lainnya jika ditemukan, pihaknya kan melakukan investigasi terhadap pasien apakah pasien teraebut baru pulang dari luar negeri atau didapat dari daerahnya sendiri. “Jika terindikasi kami akan melakukan pemetaan wilayah jika ditemukan setelah itu kami melakukan fogging jika ditemukan diwilayah yang kami petakan,”terang hamdan.

Namun, kata Hamdan, unyuk menjaga terserang virua tersebut, masyarakat dihimbau menjaga kondisi badan dan perbanyak minum air putih dan buah.(jpg)

Respon Anda?

komentar