BUMD Harus Bisa Menangkap Peluang di Kawasan FTZ

1734
Pesona Indonesia
Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat. foto:tri haryono/batampos
Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat, mengungkapkan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di wilayah kecamatan Meral dan Meral Barat harus menjadi peluang usaha bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun dalam hal ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Karimun. Selain pendapatan retribusi IMTA dari Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sudah berjalan saat ini.

”Ini peranan BUMD yang harus menangkap peluang dikawasan FTZ. Sangat-sangat banyak sekali, tinggal mereka apakah mau berpikir pengusaha atau hanya mengandalkan APBD Karimun,” katanya, kemarin (1/9) di ruang kerjanya.

Sebab, potensi dari tiga BUMD Karimun yaitu Perusda, BUP dan PDAM Tirta Karimun cukup berjanjikan saat ini. Tinggal bagaimana melakukan lobi-lobi kepada perusahaan yang rata-rata bergerak dalam kemaritiman. Sehingga, ketiga BUMD tersebut tidak terpaku pada pengelolaan yang ada saat ini.

”Contohnya, Perusda itu bisa mengadakan material yang dibutuhkan di perusahaan. Perusda bisa menjadi kontraktor, sesuai Perda Nomor 1 tahun 2015 yang bergerak di beberapa bidang usaha, ” tegasnya.

Lanjutnya, dari tiga BUMD Karimun ini paling senior Perusda. Dengan demikian, bagaimana Perusda mengimplementasikan kinerjanya untuk menangkap peluang yang ada di FTZ tersebut. Produk hukumnya sudah diterbitkan oleh DPRD Karimun, sehingga dapat eksis bersaing dengan perusahaan swasta yang ada.

”Kalau saya lebih condong ke Perusda. Karena, sangat cocok sebagai pelaku usaha. Saya yakin, Bupati sangat mendukung, untuk memprioritaskan BUMDnya berkembang,” ucapnya.

Sementara BUP Karimun juga bisa memanfaatkan peluang yang sama dengan Perusda. Tinggal, bagaimana berkolaborasi antara BUP Karimun dan Perusda menangkap peluang usaha di FTZ. Sedangkan, PD Tirta Karimun saat ini baru bisa memberikan pelayanan publik dulu, dalam mensuplay air bersih. Namun, untuk beberapa tahun kedepan harus bisa seperti BUP dan Perusda.

”Intinya, tiga BUMD harus bisa mandiri nantinya. Karena, peluang di kawasan FTZ tidak akan putus selamanya,” kata Yusuf lagi.

Terpisah Dirut BUP Karimun Susanto ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pihak sudah memikirkan peluang usaha yang di wilayah FTZ. Namun, untuk sementara ini pihaknya baru fokus di Pelabuhan Parit Rampak untuk mengembangkan usaha.

”Ya peluang di FTZ sudah ada. Tapi nanti dululah, kita sedang mempersiapkan relokasi pelabuhan bongkar muat di Taman Bunga ke Parit Rampak,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Dirut Perusda Karimun Devanan Syam bahwa pihaknya secara pelan-pelan akan ekspansi ke kawasan FTZ. ” Ada ke arah sana, tapi bertahaplah semuanya butuh dana,” tuturnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar