Bupati Anambas Berupaya Tak Potong Kesra dan Gaji PTT

567
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) antara Pemkab dan DPRD Anambas memang sudah dimulai. Dari perkiraan sementara, Anambas bakal mengalami defisit anggaran hingga puluhan miliar rupiah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, Pemkab Anambas memastikan akan memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh pegawainya sampai akhir tahun. “Tunjangan Kesejahteraan (Kesra) bagi pegawai tidak akan kita potong hingga akhir tahun nanti,” kata Bupati Anambas, Abdul Haris kepada awak media, Rabu (31/8).

Selain tidak akan memotong kesra pegawai, ia juga mengaku tidak akan memotong gaji para Pegawai Tidak Tetap (PTT). Menurutnya, lebih baik menunda kegiatan yang sifatnya tidak prioritas dibanding membuat kegaduhan diinternal pemerintahannya. “Kita juga akan mengupayakan agar gaji PTT juga tidak dipotong,” jelas orang nomor satu di Anambas ini.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anambas, jumlah ASN Anambas per Juli 2016 tercatat sebanyak 1914 orang. Sedangkan untuk jumlah PTT, mencapai 2195 orang.

Baik ASN maupun PTT, mulai resah menjelang akhir tahun 2016 ini. Pasalnya, mereka khawatir kejadian seperti akhir 2014 dan 2015 silam terulang kembali. Dimana, saat itu pada dua bulan terakhir tahun 2014 kesra ASN Anambas dipotong sebesar 50 persen oleh Pemkab Anambas, sementara PTT tidak terkena imbasnya.

Sedangkan pada akhir 2015, Kesra ASN dipotong sebesar 30 persen. Sementara imbas bagi PTT, gaji mereka ditidak dibayarkan Pemkab Anambas selama satu bulan, lagi-lagi dengan alasan defisit anggaran.

“Kita tidak ingin sampai terulang kembali lah. Sebab, hanya dari kesra ini yang kami harapkan untuk kebutuhan rumah tangga, gaji kita sudah kita pakai untuk bayar bank,” kata salah satu ASN Anambas. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar