Kementrian ESDM Bangun PLTS di Desa Sokoi

449
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sokoi, Kecamatan Pangkalan Kuala Kampar.

Pembangunan PLTS dianggarkan melalui dana anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 11 miliar akan direalisasikan pada tahun 2017 mendatang.

“Ya, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya ini merupakan proyek dari pusat melalui Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Sedangkan pembangunan jaringan PLST yang akan direalisasikan pada tahun 2017 mendatang, setelah kita mengajukan proposal kepada Pemerintah pusat pada awal tahun 2016 lalu.

Meski didalam proposal itu kita ajukan untuk pembangunan tiga unit PLTS, namun alhamdulillah pemerintah pusat mengabulkan satu dari tiga usulan pembangunan PLTS yang telah kita ajukan ini,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kelistrikan Distamben Kabupaten Pelalawan Jhon Naidi SSos seperti beritakan Riau Pos, (Jawa Pos Group) hari ini (2/9).

Diungkapkan Jhon Naidi, bahwa proyek dari Kementerian ESDM ini akan dimulai pada tahun 2017 mendatang. Dan pengerjaan proyek ini langsung di handle oleh Pemerintah pusat. Sedangkan Distamben Pelalawan kapasitasnya hanya membantu saja dalam pengawasan pembangunan nantinya.

“Jadi kalau untuk lelang proyek PLTS dengan pagu anggaran sebesar Rp 11 Milyar, itu urusan pusat. Dan kita disini posisinya hanya sebanyai pemakai dan ikut membantu mengawasi pengerjaan pembangunannya saja. Dimana untuk proyek PLTS ini, kita hanya mengajukan proposal serta membuat RAB-nya saja. Sementara untuk masalah pelelangan, itu adalah urusan pusat,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa nantinya setelah dibangun oleh pemerintah pusat, maka pembangunan PLTS ini akan diserah terimakan ke Pemkab Pelalawan. Namun dalam masa enam bulan pasca penyerahan aset tersebut ke Pemkab Pelalawan, jika ada kerusakan masih tetap menjadi tanggungan dari Pusat.

“Jadi, kalau sudah selesai pengerjaannya, baru akan diberikan kepada Pemkab Pelalawan. Sedangkan PLTS ini memiliki garansi selama enam bulan, dimana jika mengalami kerusakan akan diperbaiki langsung oleh pemerintah pusat. Untuk itu, kita harap pembangunan PLTS ini nantinya dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat wilayah perairan kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Kuala Kampar yang belum dialiri listrik, dapat menggunakan PPLTS ini untuk kebutuhan hidup,” tutupnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar