Mulianya Hati Mantan Hakim Ini, Dia Rela Ditukar dengan Pengungsi

1485
Pesona Indonesia
Jim Macken, mantan hakim di Australia. Foto: dailymail.co.uk
Jim Macken, mantan hakim di Australia. Foto: dailymail.co.uk

batampos.co.id – Ada saja orang-orang baik yang berhati mulia di belahan dunia ini. Mereka tak kuat melihat penderitaan orang lain sementara dirinya hidup nyaman. Hatinya gelisah, batinnya tercabik melihat penderitaan orang lain, meski itu di negara lain.

Salah satu yang berhati mulia itu adalah seorang pensiunan hakim di Australia, Jim Macken. Ia menjadi perbincangan dan perhatian di Negeri Kanguru sejak Kamis (1/9/2016) lalu.

Gara-garanya sepucuk surat resmi yang dia kirim kepada Menteri Imigrasi Peter Dutton. Macken menawarkan diri untuk bertukar tempat dengan seorang pencari suaka di kamp pengungsian di Republik Nauru dan Pulau Manus, Papua Nugini.

Macken mengaku tidak keberatan kehilangan statusnya sebagai warga Australia demi memberikan tempat bagi seorang pencari suaka.

”Saya paham bahwa apa yang saya tawarkan ini hal tidak biasa. Tapi, saya menawarkannya dengan tulus,” tulis pria 88 tahun itu.

Dalam suratnya, Macken menggunakan istilah body swap untuk menyebut pertukaran tempat dengan pencari suaka tersebut. Nantinya, seorang pencari suaka akan menempati posisinya sebagai warga Negeri Kanguru.

Sementara itu, dia bakal tinggal di kamp penampungan yang selama ini menjadi rumah si pencari suaka. Dia mengaku tidak keberatan jika harus menghabiskan sisa hidupnya di Nauru atau Manus.

”Alasan yang mendasari kenekatan saya ini sangat sederhana. Yakni, saya tidak bisa lagi berdiam diri menyaksikan banyak pria dan wanita serta anak-anak tak berdosa menjalani kehidupan yang tidak menyenangkan di Nauru dan Manus,” tutur Macken.

Bagian terburuknya, situasi itu sengaja diciptakan Pemerintah Australia agar tidak ada lagi pengungsi atau pencari suaka yang lari ke Benua Selatan tersebut.

“Pemerintah jelas menjadikan para pengungsi dan pencari suaka di kamp-kamp penampungan itu sebagai tameng manusia. Itu namanya tidak bermoral,” tegasnya dalam surat yang juga dialamatkan kepada Perdana Menteri (PM) Malcolm Turnbull dan Ketua Partai Buruh Bill Shorten tersebut.

Pusat penahanan pengungsi dan pencari suaka Australia di Pulau Manus. Foto: Ben Doherty for Guardian
Pusat penahanan pengungsi dan pencari suaka Australia di Pulau Manus. Foto: Ben Doherty for Guardian

Sayangnya, surat yang sudah sekitar sebulan lalu dikirim itu belum mendapatkan jawaban apa pun.

Kemarin jubir Dutton di Kementerian Imigrasi menyatakan bahwa pihaknya akan lebih dulu mengecek seluruh surat yang masuk. Dia menolak berkomentar tentang ide Macken. Turnbull dan Shorten pun belum berkomentar apa pun. Padahal, mereka juga disurati.

”Nothing to lose. Saya tidak akan mengalami kerugian apa pun dengan mengusulkan body swap. Ini kesempatan sekali seumur hidup,” ungkap Macken. (bbc/hep/c20/any/jpnn)

Respon Anda?

komentar