Pencetakan e-KTP Dihentikan Karena Kehabisan Tinta

618
Pesona Indonesia
Petugas sedang melayani warga yang membuat e KTP di Kantor Kecamatan Tanjungpinang Barat, beberapa waktu lalu. Foto:Yusnadi/Batam Pos
Petugas sedang melayani warga yang membuat e KTP di Kantor Kecamatan Tanjungpinang Barat, beberapa waktu lalu. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Proses perekaman sekaligus pencetakan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Tanjungpinang belum dapat berlangsung prima. Pengejaran sebulan waktu yang tersisa hingga akhir bulan ini terkendala tinta. Sebagaimana yang diketahui bersama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tanjungpinang untuk sementara waktu menghentikan proses cetak karena tinta khusus yang digunakan tandas sejak Agustus lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Tanjungpinang, Eka Hanasarianto menjelaskan, yang bisa dilakukan pihaknya hanya sekadar menunggu. Pasalnya, pengadaan tinta cetak e-KTP ada di ranah pemerintah provinsi. “Kabar terakhir yang saya terima, tintanya itu baru datang pertengahan September ini,” terang Eka, Kamis (1/9).

Ketiadaan tinta cetak ini membuat proses pengerjaan terhenti. Setidaknya, ada 4.451 e-KTP yang terhenti proses cetaknya terhenti dan harus menunggu sampai tinta itu tiba. Sejak bulan lalu, Eka juga telah melaporkan kendala ini ke Disdukcapil Provinsi Kepri. Yang diadukan nyatanya bukan sekadar perkara tinta yang habis. Melainkan juga blanko yang ketersediaannya mulai menipis

“Stok blanko juga tinggal 3.224 unit. Sementara hingga Juni 2016 kemarin, kami telah mencatat setidaknya masih ada 45.528 warga Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman data kependudukan. Jumlah yang tak seimbang bukan,” ungkap Eka.

Kemudian kendala lain adalah keterbatasan mesin perekam. Dari lima unit yang ada, Eka menjelaskan, hanya dua unit mesin saja yang masih berfungsi dengan baik. Selebihnya masih dalam masa perbaikan.

Karena itu mengejar tenggat hingga akhir bulan ini, Eka mengimbau kepada lebih dari 163 ribu warga Tanjungpinang yang belum merekam data kependudukannya agar segera menunaikannya di Kantor Disdukcapil Tanjungpinang. “Catatan kami, baru 180.784 orang saja yang sudah punya e-KTP atau 75 persen dari jumlah penduduk yang ada. Ini yang harus kami kejar dalam sebulan waktu tersisa,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono meminta kepada Disdukcapil agar segera mengurus segal hal yang jadi kendala dalam proses perekaman dan pencetakan e-KTP ini. “Kalau ada kendala segera laporkan. Jangan sampai kerja-kerja penting seperti ini tidak selesai,” kata Riono.

Pelayanan di Tanjungpinang, sambung Riono, harus terus ditingkatkan. Apalagi ini wilayah ibu kota provinsi. Tidak alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik. “Seluruh satuan kerja perangkat daerah harus bekerja keras memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar