Razia KTP, Malah Dapat Pasangan Mesum

815
Pesona Indonesia
Sejumlah penghuni kos-kosan yang terjaring razia diberipengarahan. foto:aulia rahman/batampos
Sejumlah penghuni kos-kosan yang terjaring razia diberipengarahan. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Sebanyak delapan orang penghuni kos-kosan di Kampung Jemengan di Jalan DKW Mohd Benteng Ranai digelandang ke kantor Satpol PP, lantaran tidak memiliki identitas.

Delapan orang penghuni kos-kosan tersebut terjaring operasi pendataan penduduk oleh Satpol PP, Kamis (1/9). Dua orang diantaranya diduga pasangan mesum yang kedapatan berduaan di kamar kos.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Pemkab Natuna, Zainal Abidin mengatakan, kedelapan orang penghuni kos-kosan tidak memiliki identitas, dan ada yang masih dibawah umur.

“Mereka tidak punya KTP, surat pindah atau keterangan apapun. Apalagi tidak lapor RT setempat,” ujar Zainal.

Bahkan dalam operasi tersebut, seorang pemuda yang kedapatan berduaan didalam kamar kos mengaku anggota polisi. Dengan memakai kaos coklat, ditutup jaket untuk mengelebuhi anggota Satpol PP. Namun setelah ditanya KTA, pemuda tanggung ini malah mengeles, bukan seorang polisi.

Kejadian tersebut, anggota Satpol PP tidak memperpanjang urusan, karena mengenali keluarganya. Semua penghuni kos-kosan yang terjaring dikembalikan setelah diberikan pengarahan. Namun ada yang dipanggil orangtua dan keluarganya.

Operasi yang dilaksanakan, kata Zainal, demi penegakan peraturan daerah nomor 23 tahun 2002 tentang pendaftaran penduduk. Satpol PP diperintahkan melakukan pengawasan terhadap warga pendatang, baik dari luar Natuna maupun antar pulau di Natuna sendiri.

“Yang ketangkap berduaan tadi sudah dipanggil orangtuanya supaya dinikahkan, tapi sulit karena beda agama. Ya intinya kita kembalikan kepada orangtuanya,” ujar Zainal.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar