SAR Indonesia dan Singapura Gelar Latihan Bersama

624
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang bilateral. Badan SAR Nasional (Basarnas) menggelar latihan gabungan SAR Exercise (Sarex) antara Indonesia dan Singapura (Indopura) XXXIV 2016, di Bintan, Provinsi Kepri selama tiga hari yang di mulai dari (29/8) sampai (1/9).

Dalam skenario latihan gabungan tersebut, Pesawat Fokker 50 dengan call sign Alpha 321 yang terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta tujuan Matak, Provinsi Kepulauan Riau pada pukul 08.10 WIB, Selasa (30/8) tiba-tiba mengalami lost contact. Posisi terakhir pesawat tersebut berada sekitar 110 nautical mile (NM) arah timur dari Bandara Changi, Singapura.

Sebelumnya, pesawat yang mengangkut sebanyak 20 penumpang tersebut melakukan kontak komunikasi kepada ATC Singapura untuk meminta belok ke arah kiri sejauh 20 mil dari jalurnya. ATC Singapura pun terus memantau penerbangan Fokker 50 ini.

Pada pukul 09.00 WIB, pesawat tersebut sudah tidak terpantau di radar ATC Singapura. Diketahui posisi terakhir pesawat ini berada sekitar 110 nautical mile (NM) arah timur dari Bandara Changi. Kejadian ini langsung diinformasikan oleh ATC Singapura ke Command Centre kantor Basarnas Pusat.

Setelah menerima informasi tersebut, kantor SAR pusat langsung berkomunikasi kepada kantor SAR Tanjungpinang. Selanjutnya, kantor SAR Tanjungpinang segera menyiapkan personil dan peralatan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat tersebut.

Basarnas melalui kantor SAR Tanjungpinang, kantor SAR Pangkal Pinang, dan kantor SAR Pontianak sebagai instansi pemerintah yang bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah Kepri.

Masih dalam skenario simulasi, 10 buah dummi dilepaskan ke laut yang diasumsikan sebagai POB pesawat Fokker 50. Basarnas kemudian segera membuat area pencarian dan mengerahkan pesawat udara CN235 milik TNI Angkatan Udara, helikopter SAR Doulphin 3601, Rescue Boat 209 Tanjungpinang serta RIB Tanjungpinang guna melakukan pencarian dan penyelamatan.

Pihak Singapura juga tidak ketinggalan melakukan pencarian dan penyelamatan dengan mengerahkan pesawat Fokker 50c-130 dan heli chinook. Masing-masing unsur yang dikerahkan melaksanakan pencarian dan penyelamatan berdasarkan daerah pencarian yang telah dibagi oleh SAR SMC yang dalam ini diperankan oleh Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang, Deden Ridwansyah.

“Latihan gabungan ini merupakan upaya kami memberikan jaminan terhadap keselamatan apabila terjadi musibah bencana terutama di wilayah perbatasan dengan Singapura,” ujar Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus saat penutupan latihan gabungan Sarex Indopura di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (1/9) siang.

Dikatakan Ivan, dalam latihan gabungan SAR tahun ini, seluruh unsur yang terlibat berlatih bagaimana menyelenggarakan operasi SAR yang benar serta membuat perencanaan operasi SAR secara gabungan bersama negara tetangga. Selain itu, melakukan koordinasi operasi SAR berdasarkan perencanaan yang telah dibuat oleh SAR Mission Coordinator (SMC) serta teknik-teknik pencarian.

“Kami sudah latihan gladi posko dan gladi lapangan. Hasilnya, sangat memuaskan, karena kendala di tahun lalu dapat diperbaiki di tahun ini, apalagi latihannya dilaksanakan selama 3 hari,” katanya.

Dikatakannya, jika nanti terjadi di lapangan SAR Singapura dan SAR Indonesia bisa menjalin satu komunikasi, satu persepsi dan kerjasama, sehingga dapat berhasil menjalani SAR dengan baik.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Latihan SAR Singapura, Rizky Saad mengatakan, latihan gabungan itu bisa meningkatkan hubungan bilateral antara Singapura dan Indonesia. Sehingga mempererat persaudaraan dengan negara tetangga.

“Kami menyambut baik latihan gabungan Sarex Indopura ini. Latihan ini mempererat kita antara Singapura dan Indonesia dalam hal SAR, kedepan kita berharap, lebih baik lagi,” ucapnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar