Singapura Pastikan Satu WNI Terjangkit Zika

794
Pesona Indonesia
Otoritas Kesehatan Singapura gencar melakukan fogging untuk mencegah penyebaran virus Zika yang melanda negeri itu. Foto:  Foto: MARK CHEONG/straitstimes
Otoritas Kesehatan Singapura gencar melakukan fogging untuk mencegah penyebaran virus Zika yang melanda negeri itu. Foto: Foto: MARK CHEONG/straitstimes

batampos.co.id – Otoritas Singapura memastikan ada satu warga negara Indonesia (WNI) di Singapura yang dipastikan terjangkit virus Zika.

Kepastian satu WNI yang terjangkit itu juga sudah disampaikan otoritas kesehatan Singapura ke  kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, informasi itu bersifat rahasia sehingga pihak Singapura tidak membeberkan identitas korban.

“Untuk kepentingan privasi, hanya konfirmasi bahwa pasien tersebut WNI perempuan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta seperti yang diberitakan koran hari ini.

Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, WNI tersebut bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

“Dia dibawa ke klinik dan terdiagnosis gejala virus Zika ringan. Tapi, kondisinya sudah membaik dan dirawat di tempat dia bekerja,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (grup batampos.co.id).

Pihak KBRI tidak mengetahui identitas pasien tersebut karena regulasi privasi di Singapura Diduga, WNI tersebut berdomisili di kawasan Al Junied atau Bedok. Dua tempat itu merupakan pusat persebaran virus Zika.

KBRI terus memantau kondisi WNI tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Singapura. “Kami sudah memberikan nomor yang bisa dihubungi kalau dia butuh bantuan kami,” ujarnya.

Pihak Indonesia sebenarnya mengajukan permintaan agar WNI tersebut bisa diperiksa dulu sebelum pulang ke tanah air. Namun, yang bersangkutan ternyata belum berencana pulang dalam waktu dekat. Terlebih, dia dikatakan sudah sembuh.

“Menurut informasi, orang yang pernah terkena malah jadi kebal. Kami terus memonitor,” kata Ngurah.

Tidak mudah menelusuri identitas WNI korban virus Zika tersebut. Sebab, otoritas Singapura hanya mengabari perwakilan Indonesia di negeri itu. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Mohamad Subuh mengatakan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Kemenlu.

Tapi, itu pun tidak mudah untuk langsung mendapatkan informasi tentang korban. Sebab, sebagian besar penderita tidak dirawat di rumah sakit.

Mereka akan menjalani perawatan sampai sembuh. Kalaupun dipulangkan, penderita harus ekstrahati-hati agar tidak digigit nyamuk. “Nanti dikomunikasikan lagi kondisinya bagaimana. Karena tak bisa langsung,” kata Subuh.

Kasus virus Zika di Singapura memang terus meningkat. Sejak 29 Agustus lalu, Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan peringatan bahaya level dua. Total korban sejauh ini 115 orang. Sebanyak 57 orang di antaranya adalah pekerja asing. Perinciannya, 10 warga Bangladesh, 23 orang Tiongkok, 15 pekerja dari India, 6 orang Malaysia, serta ma­sing-masing 1 warga Indonesia, Myanmar, dan Taiwan.

“Semuanya sakitnya ringan. Sebagian besar telah sembuh. Sisanya, proses penyembuhannya berjalan baik,” bunyi pernyataan dari Kementerian Kesehatan Singapura.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihak Singapura telah menghubungi setiap negara yang warganya terjangkit virus Zika. (bil/mia/sha/c11/ca/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar