Sistem Drainase Batam Masih Buruk

592
Pesona Indonesia
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Tak bisa dipungkiri, setiap kali diguyur hujan, Batam akan tergenang banjir. Hal ini disebabkan karena tidak terintegrasinya pembangunan drainase.

Begitupun dengan pola penanganan dan pengawasan pihak terkait yang dinilai masih lemah.

“Analisa mengenai sistem drainase perkotaan yang terintegrasi dengan baik ini yang belum ada di Batam,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono, kemarin.

Level-level drainase harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah debit air.

“Kan harus tahu, dengan curah hujan segini, batas maksimalnya berapa. Sehingga tak ada lagi masalah banjir,” tutur politisi Golkar tersebut.

Dan yang kedua, kata Djoko, masalah perizinan yang berkaitan dengan pemotongan lahan cut and fill. Apabila tidak diimbangi dengan sarana drainase yang memadai, sehingga pada saat lahan itu dipotong, median lahan tak bisa menyerap resapan air hujan.

‘Makanya ketika drainase tak mampu menampung imbasnya banjir,” tuturnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tidak jarang di parit ditemukan bantal, kasur dan lain sebagainya sehingga menyebabkan parit tersumbat.

“Kalau sudah tersumbat, pas diguyur hujan kan akhirnya banjir,” sebutnya.

Anggota Komisi III, Sugito mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri untuk mengatasi banjir. Di kawasan Batamindo, sejak drainase dibangun sampai sekarang tak pernah dilanda banjir.

“Makanya disana sistem drainasenya sudah terintegrasi,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar