Siswi SMP Pasang Tarif untuk Indehoy, Tidak Dibayar Eh Lapor Polisi !

784
Pesona Indonesia

pencabulanbatampos.co.id – Kisah memilukan terungkap di Kecamatan Subi Natuna. Seorang siswi SMP sudah berani memasang tarif kepada teman seusia setelah diajak melayani hubungan badan di semak-semak.

Kejadian tidak wajar ini pun terungkap, setelah antara KM ,17, merayu korban SR 16, untuk berhubungan pada 11 Febuari 2016 lalu. Korban meminta bayaran sebesar Rp 300 ribu, namun setelah melakukan hubungan, tidak ditepati dan berbuntut panjang. Akhirnya orangtua SR datangi Polsek Serasan meminta pertanggung jawaban.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panutu Sinaga melalui Waka Polres Natuna Kompol Yudi Sukmayadi mengatakan, antara KM dan SR tidak memiliki hubungan apapun, namun saling kenal. Mereka tinggal sekampung di Desa Pulau Panjang Kecamatan Subi.

Kasus ini kata Yudi, terungkap setelah orangtua korban mendatangi Polsek Serasan untuk meminta penegasan hukum. Bahkan sebelumnya sudah mendatangi pemerintahan desa dan keluarga KM, namun tidak mendapat tanggapan agar dipertanggungjawabkan.

“Kasus ini sudah lengkap (P21) dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Yudi, Kamis (1/9).

Yudi yang didampingi Kapolsek Serasan AKP Benhur Gultom menceritakan, kejadian ini bermula ketika KM mengajak SR ke rumahnya melalui pesan singkat. Awalnya SR menolak dengan meminta bayaran sebesar Rp 500 ribu, tetapi KM terus merayu akhirnya SR menerima tarif sebesar Rp 300 ribu.

“Mereka pun bertemu di semak-semak belakang gudang kosong. Sampai di situ, mereka pun berbuat mesum. Tetapi setelah melakukan (hubungan badan), uang yang dijanjikan tidak ditepati,” ujar Yudi.

Ditegaskan Yudi, kasus ini KM dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 nomor 35 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman kurungan selama 15 tahun. Sebelumnya kasus ini sempat diminta diselesaikan secara kekeluargaan, bahkan sekitar 300 warga sudah menandatangi dukungan damai termasuk kepala desa setempat.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua, supaya tidak dianggap sepele persoalan perlindungan terhadap anak, terutama masyarakat yang tinggal di pelosok,” ujar Yudi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar