Syahrul Impikan Tanjungpinang Jadi Waterfront City

597
Pesona Indonesia
Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, sangat sepakat apabila Tanjungpinang dijadikan Waterfront City. Menurut Syahrul untuk mewujudkan mimpi tersebut adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi beranda Tanjungpinang adalah laut.

“Kalau kondisi lingkungan tepi laut kita kumuh, jangan berharap bisa menjadi waterfront city. Makanya jangan buah sampah ke laut lagi,” ujar Syahrul usai rapat persiapan Eco Heroes di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Rabu (31/8) malam lalu.

Dijelaskannya, penggunaan konsep waterfront city dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian budaya masyarakat Tanjungpinang. Selain menata permukiman dan lokasi perdagangan, juga dimaksimalkan sebagai jalur transportasi dan objek wisata.

Atas dasar itu, pihaknya sangat setuju adanya gerakan sadar wisata sebelum digelarnya Festival Bahari Kepri. Apalagi Tanjungpinang sebagai tempat pelaksanannya. Diakuinya, persoalan sampah laut memang menjadi momok yang menakutkan bagi estetika Tanjungpinang.

“Beranda kita adalah laut, tetapi kalau laut tidak bersih, tentu akan menjadi penilaian yang kurang bagus bagi wisatawan yang datang,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk memerangi sampah di kawasan tepi laut Tanjungpinang memang tidak bisa dilakukan sekali jalan. Tetapi harus berkesinambungan. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, Pemko Tanjungpinang juga sudah merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah.

“Untuk menyonsong FBK nanti, dalam enam minggu yang tersisa kami akan menggerak semua elemen untuk melakukan gotong bersama dikawasan Pelantar I, II, dan Pelantar III. Apalagi Pemko Tanjungpinang juga sudah menggagas Goro SKPD,” papar Syahrul.

Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua yang turut hadir dalam rapat tersebut memberikan masukan. Dikataknnya untuk menata kawasan tepi laut Tanjungpinang perlu dipasang jaring kawat. Sehingga mencegah sampah laut menumpuk di kawasan tepi laut.

“Ini pekerjaan kedepannya yang harus dilakukan. Jangan sampai aksi bersih-bersih nanti, sia-sia jadinya,” ujar Rudy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti menambahkan pada aksi Eco Heroes nanti akan melibatkan 1.500 personel gabungan. Baik dari unsur TNI-Polri, Paguyuban, Pelajar, sampai ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang.

“Ini merupakan aksi sadar wisata. Artinya kebersihan lingkungan menjadi kebutuhan, begitu juga kebersihan laut. Kita berharap masyarakat mendukung dan turut serta dalam kegiatan itu nanti,” ujar Guntur menambahkan. Turut hadir pada rapat tersebut adalah Dandim Bintan, Danyon Marharlan Tanjungpinang, Polres Tanjungpinang, dan PSMTI Tanjungpinang.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar