Terlibat Kasus, Maradona Ditangkap di Batam

2904
Pesona Indonesia
Maradona dan rekannya Iwan (pakai sebo) ditangkap jajaran Polsek Batuampar atas kasus pencurian kendaran bermotor. Maradona mantan Polisi yang pernah bertugas di Polda Kepri. Foto: eggi/batampos.co.id
Maradona dan rekannya Iwan (pakai sebo) ditangkap jajaran Polsek Batuampar atas kasus pencurian kendaran bermotor. Maradona mantan Polisi yang pernah bertugas di Polda Kepri. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Maradona, residivis kasus kepemilikan senjata api dan mantan anggota polisi yang terakhir berdinas di Polda Kepri ditangkap jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar.

Mantan polisi yang bernama lengkap Endra Maradona ditangkap karena mencuri sepeda motor jenis Satria FU milik Maitris Hengki Putra di Simpang DAM. Dalam beraksi, ia dibantu rekannya, Iwan.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani mengungkapkan awal mula tertangkapnya dua pelaku pencurian sepeda motor ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang merasa curiga adanya penjualan sepeda motor dengan harga yang tidak wajar.

“Awalnya kita mendapatkan info masyarakat bahwa ada yang menjual motor dengan harga yang tidak wajar. Setelah mendapatkan info itu kita langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Setelah penyelidikan, ternyata informasi tentang adanya penjualan sepeda motor dengan harga tidak wajar tersebut, polisi langsung menangkap salah seorang pelaku, Iwan.

Dari penangkapan Iwan, polisi kemudian melakukan pengembangan dan diketahui bahwa sepeda motor hasil curian itu dicurinya bersama Maradona.

Mendapatkan informasi dari Iwan, unit buser Polsek Batuampar langsung bergerak dan berhasil menangkap Maradona di kawasan Batuaji.

“Saat di amankan, sepeda motor ini warnanya telah dirubah oleh pelaku. Yang awalnya berwarna merah, kini telah diganti dengan warna putih,” katanya.

Sementara itu, Maradona mengaku dipecat dari anggota polisi pada tahun 2013 lalu dengan pangkat Briptu karena disersi. Ia juga mengaku jika sejak dipecat tidak pernah bekerja sama sekali.

“Saya melakukannya karena pengaruh lingkungan. Terakhir dinas polda pangkat terakhir briptu, sejak berhenti dari polisi belum pernah kerja. Uangnya hasil penjualan dibagi-bagi untuk kebutuhan,” katanya. (eggi)

Respon Anda?

komentar