Virus Zika Landa Singapura, Pariwisata Kepri Ikut Terkena Dampak

623
Pesona Indonesia
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan virus zika yang mulai merebak di Singapura memberikan dampak bagi dunia pariwisata Provinsi Kepri. Apalagi ditambah sejumlah negara-negara di Asia sudah mengeluarkan travel warning ke Singapura.

“Boleh dikatakan, sekarang ini pariwisata Provinsi Kepri sedang terguncang, karena ditemukannya banyak kasus zika di Singapura,” ujar Guntur Sakti menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (1/9)

Menurut Guntur, Singapura menjadi pintu masuknya wisatawan mancana negara ke Provinsi Kepri. Tentu dengan menurunnya jumlah wisman ke Singapura, akan mempengaruhi jumlah wisman yang datang ke Kepri. Disebutkannya sejumlah negara yang sudah mengeluarkan travel warning diantaranya adalah Australia, Taiwan, dan Korea.

“Padahal negara-negara tersebut merupakan potensial marketnya Kepri. Apalagi belum adanya direct flight dari negara-negara tersebut ke Kepri,” jelas Guntur.

Masih kata Guntur, Indonesia juga sudah mengeluarkan travel advisor atau peringatan bagi warga negara Indonesia yang ingin berwisata ke Singapura. Gangguan yang disebabkan oleh virus akan menyebabkan Kepri menjadi defisit wisman. Di Batam kata Guntur, ada travel agen dari Korea yang memang menjadi penyuplai masuknya wisman Korea ke Kepri.

“Mereka juga mengeluh dengan kejadian ini. Padahal sudah banyak yang melakukan order untuk ke Kepri. Karena virus zika sedang melanda Singapura, rencana tersebut terpaksa ditunda,”jelasnya lagi.

Ditambahkan Guntur, sekitar 90 persen masuknya wisman ke Kepri memang lewat Singapura. Guntur berharap Singapura bisa segera mengatasi persoalan yang ada. Karena eskalasi wisman datang ke Kepri meningkat, apabila perkembangan kasus zika di Singapura menurun. Begitu juga sebaliknya.

“Kita berharap eskalasi tidak terlalu lama atau panjang. Mudah-mudah normal secepatnya. Sehingga defisit Wisman ke Kepri tidak berkepanjangan juga,” tutup Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar