Anak Nelayan Pulau Kasu Tewas Ditabrak Speed Boat Penyelundup

443
Pesona Indonesia
Lingga butuh zona kearifan lokal untuk menjamin hak nelayan tradisional. foto:hasbi/batampos
ilustrasi nelayan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Salim bin Daud dan Sahreza putranya yang berusia 14 tahun nelayan pulau kasu menjadi korban tabrak lari dari salah satu Speed Boat misterius di perairan depan pulau Kasu, Kamis (1/9) malam lalu.

Sahreza yang merupakan siswa kelas III SMP di Pulau Kasu tak tertolong akibat tabrakan tersebut meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit Badan Pengawasan (RSBP) Batam di Sekupang.

Dia meninggal dunia karena mengalami benturan hebat di bagian kepala saat tabrakan terjadi.

Salim sendiri selamat dan tidak ada cidera apapun dalam kecelakaan itu namun dia cukup trauma dengan kejadian yang merenggut nyawa puteranya itu.

Informasi yang didapat, kecelakaan laut itu terjadi secara tiba-tiba saja. Sebelum tabrakan terjadi Salim dan Sahreza anaknya tengah memancing ikan sotong di periaran depan pulau Kasu.

“Tak jauh kok dari kampung kami mereka mancing pakai sampan,” ujar ketua Karang Taruna Pulau Kasu, Dani, kemarin (2/9).

Sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba kapal kayu yang digunakan oleh Salim dan anaknya mendadak ditabrak oleh sebuah Speed Boat yang berkecepatan tinggi.

“Speed Boat itu sepertinya Speed Boat penyelundup cepat kali lajunya kayaknya pakai mesin 200 dan mesinnya ada tiga,” ujar Dani.

Tabrakan tersebut mengenai persis di bagian depan sampan milik Salim dan di bagian depan sampan itu ada Sahreza. “Anak pak Salim terlempar jauh karena tabrakan itu,” ujar Dani lagi.

Tabrakan itu dikatakan Dani memang dilihat oleh warga pulau Kasu lainnya karena memang lokasi tabrakan persis di depan perkampungan pulau Kasu.

“Kami coba datangi, tapi Speed Boat itu malah kabur ke arah Selatan,” ujarnya.

Warga yang mendatangi lokasi kejadian hanya bisa menolong kedua korban sebab warga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengejar Speed Boat yang menabrak itu.

“Kami bawa kedua korban ke rumah sakit, tapi anaknya tak bisa ditolong,” ujar Dani.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Belakangan Padang dengan harapan agar Speed Boad penabrak bisa ditemukan dan pengemudi Speed Boat bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

“Polisi dan TNI AL sudah datang juga untuk minta keterangan, tapi sampai sekarang belum ada kabar kelanjutan penyelidikan Speed Boat misterius itu,” ujar Dani. (eja)

Respon Anda?

komentar