Diadukcapil Bintan Targetkan Selesaikan 97.042 E-KTP Sebelum Akhir September

472
Pesona Indonesia
Warga Bintan sedang melakukan perekaman data E-KTP di Kantor Disdukcapul, Batu 5, Tanjungpinang, Jumat (2/9). Foto: Hary/Batampos
Warga Bintan sedang melakukan perekaman data E-KTP di Kantor Disdukcapul, Batu 5, Tanjungpinang, Jumat (2/9). Foto: Hary/Batampos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan menargetkan kepengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) untuk 97.042 jiwa penduduk Bintan akan selesai sebelum masa tenggat waktu yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada akhir September 2016 ini.

“Setiap hari ada 80 sampel pengajuan yang masuk ke dalam Disdukcapil. Kalau terus seperti ini, kami jamin sebelum masa tenggat yang diberikan kita sudah bisa kelarkan semuanya,” ujar Kepala Disdukcapil Bintan, Yudha Inangsa ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/9).

Tercatat hingga saat ini Disdukcapil sudah menerbitkan E-KTP untuk 95.691 jiwa penduduk Kabupaten Bintan. Sedangkan sisanya sebanyak 1.351 jiwa lagi akan digesa pembuatannya sampai 15 September mendatang. Bahkan untuk merealisasikan penyelesaian kepengurusan E-KTP itu, Disdukcapil akan menerapkan sistem jemput bola atau mengungunjungi setiap rumah warga yang terdata belum mendapatkannya.

Untuk sistem jemput bola tahap pertama akan dilakukannya, Senin (5/9). Itu dikhususkan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang berada di Panti Jompo Rumah Bahagia, Kabupaten Bintan. Setelah mendapati jumlah lansia yang wajib dibuatkan E-KTP, Disdukcapil akan kembali melakukan tahap II dengan mengunjungai ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Batu 18, Kecamatan Gunung Kijang dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kampung Jawa, Tanjungpinang. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu warga binaan asal Bintan yang belum memiliki KTP seumur hidup tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pengelola Rumah Bahagia dan Kanwilkumham Kepri. Jadi tinggal mendata lansia dan warga binaan asal Bintan yang belum memiliki E-KTP saja,” katanya.

Agar pembuatan E-KTP di Kabupaten Bintan bisa berjalan lancar, Kata dia, Disdukcapil menyiagakan dua alat perekaman dan lima mesin percetakan atau printer. Sedangkan blankonya telah disediakannya sebanyak empat kotak yang masing-masing berisikan 875 blanko.

“Kita sudah sediakan 3.500 blanko. Bahkan kita selalu siaga di kantor untuk melayani masyarakat siang dan malam,” akunya.

Yuda menghimbau bagi masyarakat yang belum melaksanakan perekaman data E-KTP hingga akhir September 2016, akan diberikan sanksi tegas yaitu data kependudukannya sebagai warga negara Indonesia akan dinonaktifkan. Bahkan akan dipersulit dalam mengurus administrasi lainnya seperti seperti pembuatan surat nikah, paspor, SIM, BPJS dan lainnya.

“Jadi kita harapkan agar warga yang belum merekam data E-KTP bisa mengurus secepatnya ke kantor kecamatan maupun Disdukcapil. Ingat, bagi yang belum rekam akan dikenakan sanksi tegas,” ungkapnya.

“Sanksinya tidak main-main loh. Anda akan dinonaktifkan sebagai warga negara Indonesia,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar