Diancam Boroknya Dibongkar, Satpol PP Gagal Bongkar Lapak PKL

1101
Pesona Indonesia
 Lapak Pedang Kaki Lima yang Gagal di dirobohkan Satpol PP Kota Tanjungpinang di Jalan Ahmad yani, Kilometer Empat. Foto: Osias De/Batampos
Lapak Pedang Kaki Lima yang Gagal di dirobohkan Satpol PP Kota Tanjungpinang di Jalan Ahmad Yani, Kilometer Empat. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang gagal menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan depan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kilometer Empat, Tanjungpinang, Jumat (2/9).

Pantauan dilapangan, saat hendak melakukan penertiban, anggota Satpol PP Tanjungpinang sempat beradu mulut dengan salah seorang pedang kaki lima. Pasalnya pedagang tersebut menolak lapak jualannya mau dibongkar dan diangkut petugas. Satpol PP akhirnya mengalah dan gagal mengeksekusi lapak PKL tersebut.

“Kalau kalian bongkar lapak itu, borok (kejelekan) kalian juga aku bongkar. Macam tak ada borok aja kalian,” ujar Nazirwan, dengan nada kesal.

Dihadapan anggota Satpol PP, Nazirwan, menjelaskan jika mereka mau pindah jika pemerintah daerah mau memberikan tempat untuk mereka berjualan. Tetapi, apakah pemerintah siap menampung para PKL.

“Kalau begitu begini saja, mereka mau pindah asalkan mereka jelas mau jualan dimana, inikan tugas pemerintah juga melindungi masyarakatnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Trantibmas Satpol PP Kota Tanjungpinang, Omrani mengatakan penertiban yang dilakukan pihaknya ini, karena mendapat surat dari PN Tanjungpinang yang meminta agar PKL yang ada di kawasan tersebut untuk ditertibkan.

“Pengadilan yang minta ke kami untuk melakukan penertiban,”ujar Omrani, kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan Omrani, sebelum melakukan penertiban ini, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat kepada PKL yang berjualan di sana.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Kelurahan terkait penyediaan tempat untuk PKL ini. Namun, belum ada solusi,” kata Omrani.

Dijelaskan Omrani, pihaknya tidak jadi membongkar lapak tersebut. Namun, pedagang diminta untuk membuka lapak dengan waktu yang telah ditentukan.

“Mereka sementara boleh berjualan dan buka pukul 15.30 WIB. Jika nanti mereka berjualan tidak pada waktu yang ditentukan maka akan kami bongkar lapaknya,”ucap Omrani.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar