Hari Pertama Pemutihan Pajak, Samsat Langsung Diserbu WP

1173
Pesona Indonesia
Informasi Penting bagi Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com
Informasi Penting bagi Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

batampos.co.id – Hari pertama pemutihan denda pajak kendaraan bermotor, Kamis (1/9), direspons luar biasa oleh wajib pajak (WP).

Ribuan WP memadati kantor Samsat Palembang, di Jl POM IX. Antrean panjang terlihat di loket-loket, sampai di bagian luar gedung samsat. Penyejuk ruangan dan kipas angin yang terbatas, tidak menyurutkan niat WP untuk membayar pajak.

Tak seperti biasanya, anggota Brimob bersenjata lapas panjang dan memakai rompi anti peluru pun ikut berjaga di berbagai sudut. Setiap warga yang ingin masuk, satu persatu dimintai kartu identitas diri, berikut diperiksa barang bawaannya.

Kebijakan pemerintah melakukan pembebasan administrasi berupa denda dan bunga ini, dimanfaatkan Adiansyah, warga 32 Ilir. Dia datang pukul 10.00 WIB, untuk membayar kendaraan pajak bermotor (PKB) tahun 2016 berjalan, sekaligus bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

“Tadi (kemarin) sempat ada kerusakan sistem untuk BBNKB. Jadi saya dikasih kertas, nanti akan di SMS untuk besok (hari ini) melakukan pembayaran,” katanya seperti diberitakan Suamtera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (3/9).

Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemprov Sumsel, Marwan Fansuri, kemarin melakukan pemantauan hari pertama diberlakukam pemutihan pajak. Katanya, masyarakat meresponnya dengan antusias. Terbukti adanya peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan pembayaran pajak. ”Kita buka tiga loket untuk pemutihan pajak. Satu hari pembayaran selesai,” akunya.

Menurutnya, jika hari biasa melayani sekitar dua ribu wajib pajak. Namun kemarin, diprediksinya mencapai dua kali lipat. “ Nanti sore (kemarin,red) dicek (angka pastinya,red). Sebab nanti baru keluar datanya,” ucapnya. Diakui Marwan, saking banyaknya masyarakat yang melakukukan pembayaran membuat sistem sempat trouble. Tapi semua sudah diantisipasi dengan cepat oleh petugas.

Marwan mengimbau agar masyarakat untuk membayar sendiri dan tidak melalui calo, sebab pembayaran pajak diklaimnya cepat dan selesai satu hari. Pasalnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melalukan sinkronisasi dengan bank, jasa raharja dan ditlantas.

Dijelaskan Marwan, pemutihan pajak ini dilakukan untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Targetnya terjadi peningkatan pendapatan yakni untuk PKB Rp257 miliar dan BBNKB Rp40 miliar. “Ini dilakukan karena selain meningkatkan PAD, juga membantu meringankan beban masyarakat. Sebab semakin tahun masyarakat yang telah menunggak pajak memilih tidak membayar pajak, sebab beban semakin berat,” tuturnya.

Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi terus kepada kawan-kawan di lapangan. “Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat membayar pajak. Nah, jika pada waktu empat bulan yang diberikan masyarakat belum juga membayar maka akan ada tindakan dari pihaknya,” papar Marwan. Diketahui sesuai Pergub Sumsel no.22/2016 tanggal 18 Agustus 2016, pemutihan pajak kendaraan bermotor ini berlaku 1 September hingga 31 Desember 2016

Terkait adanya wacana pemerintah melakukan door to door ke rumah warga yang belum membayar pajak, menurut Marwan sedang dalam kajian pihaknya bersama Ditlantas Polda Sumsel. Sedang dipikirkan door to door mengejar penunggak pajak. “Tapi kami fokus disini dulu,” pungkasnya.

Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, AKPB Dwi Hartono yang mendampingi Marwan melakukan peninjauan, menegaskan selama masa pemutihan pajak ini, pihaknya akan intens melakukan razia di seluruh wilayah Sumsel. “Jika memang masih ada kendaraan yang kedapatan belum membayar pajak, akan kita amankan,” tegasnya.

Selain itu, jika kendaraan tidak juga membayar pajak selama lima tahun, maka identitas kendaraan akan dihapus. Dengan begitu kendaraan tersebut illegal. “Mereka (masyarakat, red) harus melaporkan dan mendaftarkan lagi kendaraannya, jika ingin mendapatkan identitas kendaraan,” terangnya.

Lanjut alumni Akpol 2000 itu, pihaknya memang memperketat pengaman dengan menerjukan personil di seluruh UPTD Dispenda Sumsel untuk menghindari calo. “Kami akan sterilkan tempat guna menghindari berkeliarannya calo,” katanya.

Terpisah, Koordinator Samsat Keliling Dispenda Sumsel, Gurniawan, mengatakan 90 persen WP yang datang karena sudah menunggak pajak kendaraan. Pihaknya membatasi hanya 100 orang yang dilayani setiap harinya. “Kami buka jam 08.00 WIB hingga 14.00 WIB,” terangnya.

Diakuinya pula, sempat terjadi kendala karena jaringan ke server tidak connect karena baru dilakukan kemarin. Sehingga harus didata ulang, namun hari ini pelayanan akan kembali dilakukan seperti biasa. Ada empat titik pelayanan samsat keliling ini. Yakni di taman Simpang Polda, Pelayanan, Kios K Bank Sumselbabel A Rivai, Samsat Palembang, dan kantor Samsat Palembang II di Jakabaring. “Tapi yang sudah mati pajak lebih dari lima tahun, pembayarannya di kantor Samsat,” imbuhnya.

Dhani warga Sako, mengaku sengaja ingin mencari mobil Samsat Keliling, karena dilihatnya di Kantor Samsat Palembang sudah membludak sejak pagi. Dia sendiri ingin membayar pajak sepeda motornya, yang sudah menunggak lebih dari dua tahun. “Begitu datang ke lokasi mobil Samsat Keliling, jaringannya terkendala. Jadi harus datang lagi hari ini. Mana sudah banyak yang antre tadi,” keluhnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar