KBRI di Singapura Akan Rilis Sistem Online Data TKI

979
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kedutaan Besar RI di Singapura akan memperbaiki data tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura. Mereka akan meluncurkan sistem online pendataan TKI, Minggu (4/9) nanti.

“Sistemnya nanti itu terbuka. Masyarakat bisa mengetahui jumlah TKI yang ada di Singapura dan bidangnya apa,” ujar Duta Besar RI di Singapura, I Gede Ngurah Swajaya.

Sistem itu akan dibarengi dengan peluncuran kartu pekerja Indonesia – Singapura. Dengan kartu itu, para TKI dapat mendaftar ke KBRI. KBRI dapat memberikan pelayanan lebih bagi para TKI yang telah terdaftar.

Pelayanan itu berupa pemberian informasi tentang pelatihan-pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Seperti, pelatihan menjahit, bahasa Inggris, dan perkuliahan di Universitas Terbuka (UT).

“Dengan demikian, kami bisa melakukan pendataan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Ngurah Swajaya, jumlah TKI di Singapura mencapai 125 ribu orang. Dari jumlah itu, baru 40 persen yang terdaftar. Ngurah, namun demikian, membantah, jumlah TKI lainnya yang belum mendaftar itu ilegal.

“Nggak mungkin mereka masuk Singapura ilegal. Pasti legal,” kata Ngurah.

Seluruh pekerja tersebut, menurut Ngurah, sudah melalui prosedur yang ada. Hanya saja, tidak semua TKI tersebut bekerja melalui KBRI. Pemerintah Singapura juga tidak mensyaratkan pendaftaran ke KBRI pada setiap TKI yang hendak bekerja di Singapura.

“Sekarang kami mengupayakan, yang tidak melalui KBRI juga bisa mendaftarkan ke KBRI,” tambahnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar