KKP Palembang Juga Cek Kesehatan Setiap Penumpang dari Malaysia

303
Pesona Indonesia

zika

batampos.co.id – Ratusan penumpang pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur langsung mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim medis setibanya di bandara Internasional SMB II Palembang, kemarin (3/9).

Selain dicek kesehatannya, mereka juga harus mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palembang. Hal itu untuk mengatisipasi penyebaran virus zika.

“Setiap penumpang harus melewati Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu tubuh,” ujar Aisyah penumpang Air Asia seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (3/9).

Ia mengaku, kaget saat diberikan kartu Health Alert Card tersebut karena untuk pertama kalinya diwajibkan mengisi kartu tersebut.

”Di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) tidak ada pengisian kartu ini,” terangnya.

Kepala KKP Palembang, H Marjunet MKes, Melalui Kasi Pengendalian Karantina Survelen dan Epidemiologi, dr Amelia A mengatakan, pihaknya sudah mewajibkan setiap penumpang dari Singapura untuk mengisi kartu kewaspadaan dan sekarang penumpang dari Malaysia pun wajib mengisi kartu tersebut.

”Untuk selanjutnya nanti kartu ini akan kami taruh di pesawat sehingga para penumpang bisa langsung mengisi,” ungkapnya.

Virus Zika ini sama dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan bisa tertular dari hubungan seksual. Para penumpang mengisi semua biodata dengan lengkap termasuk nomor kursi sesuai yang ada di kartu tersebut.

Misalnya saat dideteksi menggunakan Thermal Scenner suhu menuunjukkan warning suhu penumpang 38 derajat Celsius akan langsung ditempatkan dalam ruangan khusus untuk diperiksa kembali apakah terkena gejalah demam biasa atau lainnya.

Jika memang terjangkit Virus Zika maka akan rujukan nasional ke RSMH. Nanti tiga penumpang lain yang ada disebelah penumpang tersebut juga akan dideteksi. Untuk itu harus waspada tidak terlalu panic, karena ta transmisinya tidak seperti Virus Mers Covs tapi karena Singapura paling dekat dan di Palembang ada penerbangan dari sana jadi ini harus dilakukan.

Saat ini kondisi semua penumpang tidak mengalami hal demikian, maka mereka wajib mengisi kartu kewaspadaan tersebut. karena nantinya data yang diberikan akan langsung dikirim ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota selama 14 hari untuk dilakukan pengawasan. Kalau KKP sifatnya memonitor sementara dinas kesehatan masing-masing bisa melakukan pengawasan.

”Karena jika hanya dilakukan pemeriksaan menggunakan alat thermal canner yang ad disini tidak bisa dideteksi secara detil karena suhu tubuh penumpang nomal,” imbuhnya.

Selain di Bandara pemeriksaan juga dilakukan di Pelabuhan Bombau dan Sungai Baung. Pasalnya di dua pelabuhan tersebut 40 persen kapal masuk dari Singapura, tapi untuk pemeriksaan terhadap awak kapal pihaknya tidak menggunakan Thermal Scanner melainkan dengan Termometer.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dra Lesty Nurainy Apt MKes menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Zika. Untuk itu dirinya meminta kepada semua masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan melakukan PHBS. Sejak awal Februari mengibau agar masyarakat menjaga kebersihan karena penularannya sama dengan DBD Utamanya pemberantasan nyamuk menguras tempar penyimpanan air.

”Konsumsi makanan dengan cukup gizi,” pintanya.

Untuk ibu hamil harus mengindari gigitan nyamuk, karena Virus Zika akan mempengaruhi pertumbuhan janin jaga kebersihan secara mandiri dan cerdik dengan menghindari fooging karena fogging hanay membunuh nyamuk besar.(jpg)

Respon Anda?

komentar