Sungai Tande, salah satu sumber air di Lingga. foto:hasbi/batampos
Sungai Tande, salah satu sumber air di Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Lingga menjadi daerah pertama di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang memiliki peraturan daerah (Perda) tentang Konservasi Sumberdaya Air (KSA). Tak pelak, hal ini menjadi ketegasan pemerintah daerah dalam menjaga potensi air yang melimpah untuk pelestarian dan pemanfaatan kawasan lindung guna melindungi lingkungan hidup dan budaya bangsa.

Perda KSA ini juga mencakup wilayah aliran sungai hingga pengrusakan lingkungan akibat penebangan liar, pengerukan batu dan pasir serta pembuangan sampah di aliran sungai. Selain itu, perda KSA juga mengurusi terkait investasi sumberdaya air yang tengah ditawarkan Pemkab Lingga kepada investor.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, adanya perda KSA tersebut menjadi penguatan daerah dalam menindak tegas kegiatan-kegiatan perusakan lingkungan yang terjadi.

“Salah satu, untuk meperkuat daerah aliran sungai yang nanti akan dijadikan kawasan konservasi. Termasuk soal investasi daerah untuk pemanfaatannya,” kata Junaidi, Jumat (2/9).

Tindak lanjut Perda KSA yang baru disahkan DPRD Lingga dan dibawa ke Gubernur Kepri untuk evaluasi tersebut, menjadi wewenang bagian hukum untuk melakukan sosialiasi kepada masyarakat luas. Sementara untuk wilayah konservasi, kata Junaidi, pihaknya menunggu peraturan bupati (Perbup) terkait perda KSA.

Sampai saat ini, kata Junaidi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk memasang palang peringatan di daerah aliran sungai agar tidak ada lagi kegiatan tambang batu dan pasir.

“Sebulan terakhir, kita sudah panggil seluruh masyarakat yang masih melakukan aktifitas penambangan batu dan pasir. Tapi saya kecewa, setelah kita berikan peringatan masih ada juga yang melakukan tindakan-tindakan penambangan. Adanya perda ini, akan menjadi kekuatan kita bersama dinas terkait baik Satpol PP sebagai penegak perda dan kepolisian menindak persoalan ini,” sambung Junaidi.

Junaidi mengatakan, dengan adanya Perda ini ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan sungai dan sumber air untuk kelestarian lingkungan hidup. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar