Paripurna Pemilihan Wagubsu Ditarget Akhir September

862
Pesona Indonesia
Ilustrasi Kursi panas Wagubsu. Foto: Dokumen jpnn
Ilustrasi Kursi panas Wagubsu. Foto: Dokumen jpnn

batampos.co.id – Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) yang dibentuk DPRD Sumut, menargetkan siding paripurna pemilihan cawagubsu dilakukan 28 September mendatang. Untuk itu, Ketua Pansus Pemilihan Wagubsu Syah Afandin mengaku akan melayangkan surat kepada PKS dan Hanura untuk mengusulkan dua nama cawagubsu melalui gubernur.

“Suratnya akan dikirim. Pansus memberikan tenggat waktu pengajuan nama selama tujuh hari. Karena targetnya sidang paripurna pemilihan cawagubsu dilakukan 28 September mendatang,” kata Syah Afandin yang akrab disapa Ondim seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini )3/9).

Ondim menyebutkan, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016, nama cawagubsu yang harus dikirimkan parpol pengusung berjumlah dua orang dan harus melalui gubernur. Karenanya, usulan nama dari Partai Hanura beberapa waktu lalu tidak dapat diproses.

“Yang mengirimkan dua nama itukan gubernur, tapi harus ada lampiran surat pengantar yang ditandatangani Ketua Partai Hanura dan PKS Sumut perihal nama calon yang diusung,” terang politisi PAN ini.

Untuk itu, dia sangat berharap agar parpol pengusung mengindahkan surat yang akan dilayangkan pansus nantinya. “Pak Erry dilantik menjadi gubernur defenitif pada 25 Mei, saat ini sudah awal September. Ada tiga bulan terbuang percuma, kita ingin proses ini cepat selesai. Sehingga kursi Wagubsu tidak terlalu lama kosong, tentunya beban kerja gubernur akan sedikit berkurang dengan kehadiran wakilnya,” sebut Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut ini.

Sementara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini belum juga menetapkan siapa nama yang bakal diusung sebagai cawagubsu. Padahal sebelumnya, nama Darwin Nasution sudah santer terdengar bakal diusulkan partai dakwah itu.

“Memang sudah ada satu nama untuk cawagubsu, hanya saja belum diputuskan secara resmi oleh DPP,” kata Ketua Tim Penjaringan Cawagubsu internal PKS, Satrya Yudha Wibowo.

Meski nama cawagubsu sudah mengerucut kepada satu nama, Satrya masih enggan menyebut nama tersebut dengan dalih belum ditetapkan DPP PKS. “Insya Allah satu dua hari ke depan sudah ada keputusan siapa yang akan diusulkan menjadi cawagubsu. PKS tidak mungkin tidak mengajukan nama. Pasti satu nama diajukan, tunggu saja beberapa hari lagi,” katanya.

Disinggung soal nama Darwin Nasution yang bakal diusung, Satrya hanya tertawa. Mengenai lambatnya keputusan DPP untuk cawagubsu, dia mengaku ada beberapa penyebab, diantaranya aktivitas yang cukup banyak di DPP PKS.

“Keterlambatan ini murni karena banyaknya aktivitas di DPP. Selain itu, banyak hal yang hendak diputuskan terkait Pilkada serentak. Makanya keputusan nama cawagubsu sedikit terhambat,” ungkap anggota DPRD Sumut ini.

Terpisah, Ketua DPD Partai Hanura Sumut yang baru terpilih, Tuani Lumban Tobing menegaskan, partainya tetap mengusulkan Nur Azizah menjadi cawagubsu seperti rekomendasi yang pernah dikeluarkan DPP Partai Hanura sebelumnya. “Tetap Ibu Nur Azizah yang diusung menjadi cawagubsu, tidak ada perubahan. Saya inikan masih baru, tidaklah cocok menjadi cawagubsu. Kalau saya ini cocoknya jadi kepala desa saja,” katanya.

Karena baru terpilih, Tuani mengaku belum mendapatkan informasi mengenai komunikasi yang pernah dijalin dengan PKS sebagai sesama partai politik pengusung Gubsu dan Wagubsu periode 2013-2018.

“Kalau memang harus berkomunikasi dengan PKS, nanti akan kita lakukan,” bilangnya.

Lantas, bagaimana dengan partai pengusung lainnya, yakni PKNU, Partai Patriot, dan PPN?

Ketua DPW PKNU Sumut, Ikhyar Velayati Harahap ketika dikonfirmasi mengaku masih komit untuk melayangkan gugatan atas keputusan Mendagri yang tidak melibatkan parpol non-seat dalam pengusulan nama cawagubsu.

“Sedang dipersiapkan semua, mulai dari materi, pengacara dan biaya yang dibutuhkan. Kordinasi dengan pengurus DPP juga tetap berjalan,” ungkap Ikhyar.

Sementara sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi ketika dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubsu, Senin (29/8) lalu, mengaku menyerahkan semuanya kepada partai pengusung.

“Kalau bicara wakil, tentunya itu semua sesuai peraturan. Dalam peraturan, wakil gubsu dari partai pengusung yang mengusulkan. Jadi, biar mereka rapat dulu diinternalnya masing-masing. Kemudian mengusulkannya, nanti baru ditanya ke saya kira-kira siapa yang cocok dengan saya,” kata Erry.

Meski demikian, Erry mengaku belum ada melihat siapa sosok yang akan mendampinginya. Namun menurutnya, wakil yang cocok dengannya nanti adalah orang yang bisa diajak kerja sama dan memiliki visi yang sama.

“Kalau sosok saya belum tahu, nanti tergantung dari partai pengusung saja. Partai pengusung mengusulkan, kemudian nanti pasti akan dikonsultasikan dengan kami, kemudian nanti baru ada tahapan-tahapan selanjutnya,” pungkas Erry. (jpg)

Respon Anda?

komentar