Penderita Palmar Hyperhidrosis Dinyatakan Sembuh oleh RSUD Embung Fatimah

576
Pesona Indonesia
Palmar Hyperhidrosis Dapat Disembuhkan
Palmar Hyperhidrosis Dapat Disembuhkan

batampos.co.id – Keringat berlebihan (palmar hyperhidrosis) sering terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki, hal itu sangat mengganggu psikis penderita.

Kini penyakit itu dapat disembuhkan melalui operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) dengan membuang saraf simpatis (Endoscopi Tharocal Sympatictomy).

Keringat berlebihan yang selama ini menjadi paradigma masyarakat adalah penyakit jantung dan penyakit paru-paru.

Ternyata keringat berlebihan tersebut terjadi akibat dari aktivitas yang berlebihan (hiperaktivitas) yang mana sistem saraf simpatis yang meningkatkan kerja kelenjar keringat mengontrol semuanya sehingga membuat berkeringat keluar.

“Sangat menganggu penderita ketika bersalaman dengan orang jadi nggak enak karena tangan berkeringat,” ujar dr Victor J Nababan ahli Bedah Torak Kardiak dan Vaskulet (BTKV) di RSUD EF di Batuaji.

Victor mengatakan, penyakit palmar hyperhidrosis sebenarnya bukan penyakit yang langka terutama di Asia. Selama ini para penderita (masyarakat) banyak yang belum tahu cara pengobatannya.

Selama ini masyarakat lebih cenderung membiarkan dan berobat dengan cara tradisional. “Kalau di kota lain seperti di Surabaya sudah banyak yang tahu,” kata Victor.

Di RSUD, telah ditemukan satu pasien penderita palmar hyperhidrosis bernama Chintya, 19, warga Kavling Kamboja berhasil dioperasi dengan membuang saraf simpatis yang ada di paru-paru dan kini tidak lagi mengalami keringat berlebihan ditangan yang dideritanya selama ini.

“Kita dapat rujukan pasien dari dokter rumah sakit lain untuk berobat ke RSUD,” ungkap Victor.

Asjuni orangtua Chintya mengatakan, penyakit keringat berlebihan pada anaknya itu sudah dialami sejak kecil hingga dewasa. Setiap hari tangan anaknya selalu mengeluarkan keringat.

“Kadang kalau nulis di atas kertas bisa basah, kalau mau salaman dengan orang harus dilap dulu,” ujar Asjuni.

Lanjut Asjuni, upaya pengobatan sering dilakukan untuk anaknya seperti pengobatan tradisional namun tetap saja tidak ada perubahan. “Sudah puas kita cari obatnya,” ucap Asjuni.

Setelah melewati operasi, kini anaknya tidak lagi menderita palmar hyperhidrosis. (cr14)

Respon Anda?

komentar