Persiapan Operasional Bandara Letung-Anambas Terus Digesa

1539
Pesona Indonesia
ROMBONGAN Menko Kemaritiman dan Sumber Daya  saat meninjau pembangunan Bandara Letung, Sabtu (16/7). foto:syahid/batampos
ROMBONGAN Menko Kemaritiman dan Sumber Daya saat meninjau pembangunan Bandara Letung, Sabtu (16/7). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, optimis peresmian Bandara Letung bakal terealisasi sesuai yang sudah dijadwalkan. Saat ini pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan terkait operasional bandara.

Persiapan yang saat ini sudah dilakukan yakni melengkapi persyaratan penerbangan mulai dari kesediaan pemadam kebakaran yang didatangkan dari Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, kesediaan Listrik, alat navigasi sederhana yang rencananya hanya menggunakan radio dan sebagainya.

“Sekarang ini sudah dua kali diverifikasi oleh pihak Direktorat bandar Udara Kementerian Perhubungan RI. Sabtu depan akan ada verfikasi dari otoritas Bandara Medan,” ungkap Masykur kepada wartawan Kamis (1/9).

Lanjutnya, untuk operasional bandara itu sendiri, bandara harus sudah ada yang memimpin. Karena sementara ini belum ada, kata Masykur, maka kepala bandara akan dipimpin sementara oleh Kepala Bandara Dabo yakni Ariadi. “Surat tugas sudah keluar,” ucapnya.

Pada saat peresmian nanti, lanjut Masykur, pesawat yang akan melakukan landing pertama yakni pesawat perintis Susi Air. Pesawat jenis dornier dengan kapasitas penumpang sekitar 18 orang.

Pesawat tersebut akan terbang melayani warga Anambas dengan rute Letung-Tanjungpinang. Jadwalnya satu kali dalam satu minggu. “Harga tiketnya belum tahu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakanbandara itu terancam gagal diresmikan karena ada sengketa lahan. Dengan adanya lahan bandara yang belum dibebaskan, maka pembangunan pagar bandara tidak bisa dilakukan. Padahal pembangunan pagar merupakan syarat mutlak diresmikannya suatu bandara.

Oleh karena itu solusi yang diambil pemerintah daerah yakni dengan cara memasang pagar bandara bagian dalam dulu yakni disekitar runway atau sekitar kawasan penerbangan. Sehingga dengan terbangunnya pagar bagian dalam, syarat minimal untuk peresmian bandara dapat terpenuhi.

“Kita sudah koordinasi dengan pimpinan daerah dan manajemen Bandara Dabo bahwasanya bandara bisa diresmikan meski dengan pagar bagian dalam saja,” ungkap Masykur beberapa waktu lalu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar