Polisi Amankan Lima Dus Rokok FTZ di Lingga

884
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepolisian Sektor Daik Lingga mengamankan lima dus rokok kawasan bebas atau FTZ dari kedai milik Boy di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Senin (22/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Rokok tersebut diketahui barang titipan sementara dari seseorang berinisial Ar, bukan untuk diperjualbelikan oleh Boy. Bahkan Boy mengaku tidak mengetahui secara pasti Ar tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi, petugas yang turun ke lapangan langsung mengamankan lima dus rokok tersebut. Sayangnya, polisi tidak mendapati Ar di kedai milik Boy itu. Sedangkan dari lima dus rokok yang diamankan diketahui berisikan 3.200 bungkus rokok bermerk Barca, 30 bungkus rokok dengan merk H Mind dan 20 bungkus rokok bermerk Rexo.

Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Syaful Badawi, membenarkan penangkapan rokok FTZ oleh Kepolisian Sektor Daik Lingga. Dia mengatakan, kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Lingga untuk ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Syaiful juga mengaku kesulitan untuk mencari pemilik barang selundupan tersebut, karena sejumlah saksi yang berhasil dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui alamat pasti Ar tersebut. Ar yang telah berulangkali melakukan aksi tersebut di kawasan Daik Lingga, tergolong licin karena meninggalkan alamat yang berbeda-beda kepada sejumlah orang.

“Hingga saat ini kami masih mencari keberadaan Ar. Tidak ada yang mengetahui alamat pasti Ar, dia hanya nitip barang dalam kardus di kedai Boy,” kata Syaful ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/9) pagi.

Syaiful menambahkan, setelah pemberkasan kasus ini lengkap, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Tipe Pratama Dabo Singkep untuk melakukan pelimpahan terhadap seluruh barang bukti temuan berbentuk rokok tanpa cukai tersebut.

Tindakan penyelundupan ini telah melanggar Undang-Undang Pidana no 17 tentang perubahan atas Undang-Undang no 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dan atau UU Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar