Urai Kemacetan Simpang Ramayana, PU Kepri akan Bangun Jalan Layang

398
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Semakin dekatnya penyelesaian Jembatan I Dompak, Tanjungpinang akan menimbulkan persoalan baru yang harus segera dicarikan solusinya. Yakni akan menyebabkan kemacetan di sekitar Jalan Wiratno, Tanjungpinang. Untuk mengurai kemacetan itu nanti, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri akan merancang Detail Engineering Design (DED) Fly Over di kawasan tersebut.

“Rencananya fly over (jalan layang, red) akan kita bangun dipersimpangan tiga, tepatnya di depan Ramayana Tanjungpinang,” ujar Kepala Seksi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, Rodi Yantari menjawab pertanyaan media, Jumat (2/9) di Tanjungpinang.

Menurut Rodi, untuk pembuatan DED tersebut sudah selesai proses lelang dan segera dilakukan penandatangan kontrak. Nilai kontraknya sekitar Rp 900 juta. Masih kata Rodi, kemacetan di persimpangan tersebut memang sudah dipredeksikan. Sehingga perlu dicarikan solusi terbaiknya. Diakuinya, memang ada beberapa kendala yang harus diselesaikan, sebelum dilaksanakannya pembangunan tersebut.

“Terlebih dahulu memang harus melakukan pembebasan terhadap delapan unit ruko yang ada di depan Ramayana Tanjungpinang. Karena, dikhawatirkan persimpangan tersebut menjadi pusat kemacetan. Sisi lainnya, dikhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginakan. Karena rawan kecelakaan. Pasalnya jalannya terhalang oleh ruko-ruko yang ada disamping jalan utama menuju Jembatan I Dompak,” papar Rodi.

Dikatakannya juga, Pemprov Kepri akan terus berkoordinasi dengan Pemko Tanjungpinang dan Camat yang berkedudukan di kawasan tersebut. Menurut Rodi, pihak kecamatan sudah melakukan pembicaraan dengan masing-masing pemilik ruko. Hanya saja, terkendala pada tingginya ganti rugi yang diminta pemilik ruko.

“Ini akan intens kita bicarakan, apalagi terkait proses ganti rugi. Karena akan membutuhkan dana miliaran rupiah untuk ganti rugi tersebut,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, apabila proses peebesan lahan sudah selesai pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan. Atas dasar itu, pihaknya juga mengharapkan kerjasama pemilik ruko yang berada di depan Ramayana, Tanjungpinang. Apabila pada tahun 2017 selesai prosesnya, tahun berikutnya bisa dilakukan pembangunan. Rencana tersebut tentunya dipengaruhi kekuatan keuangan daerah.

“Kami juga berharap, masing-masing pemilik ruko yang akan terkena dampak untuk pembangunan itu nanti bisa membantu untuk pembangunan,” tutup Rodi.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar