Warga Teluk Lengung Bersyukur Mendapat Alat Penyaring Air Minum

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI HM Subuh  meninjau TTG air mentah yang bisa langsung diminum saat peresmiannya di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Nongsa, Kamis (1/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI HM Subuh meninjau TTG air mentah yang bisa langsung diminum saat peresmiannya di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Nongsa, Kamis (1/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI┬áMohamad Subuh hadiri peresmian hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) Air Baku Menjadi Air Minum dan Jamban Pesisir di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Kamis (1/9).

Dua teknologi ini merupakan hasil inovasi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas I Batam.

“Usaha pemerintah dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat merupakan kenikmatan tersendiri, terima kasih BTKLPP Batam,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan ini sesuai dengan arah pembangunan pembangunan oleh pemerintah yang menekankan pembangunan dari pinggir. Masyarakat pesisir maupun daerah tertinggal tidak boleh terlupakan untuk mendapat hak dasar.

“Hak masyarakat dapat air bersih, memakai jamban dan pelayanan kesehatan lainnya. Kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak dasar masyarakat seperti ini,” ucapnya.

Dengan adanya dua alat tersebut, otomatis bisa memberi sumbangsih terkait upaya meminimalisir penularan penyakit, khusus melalui media air, seperti diare, hepatitis dan lainnya.

“Kepada masyarakat kami titip alat-alat ini,” pesan Mohamad.

Sementara itu Kepala BTKLPP Kelas 1 Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan lokasi tersebut sudah disurvei pihaknya sejak 2013 lalu sedangkan alat pengolah air sudah melalui uji laboratorium sehingga dijamin keamanannya.

“Uji laboratorium sudah dan airnya layak minum. Ada sekitar 85 kepala keluarga di sini, masyarakat sekitar juga bisa memanfaatkan,” terangnya.

Air yang diolah dengan alat pengolah air itu, dipastikan aman dan higienis karena melalui delapan tahap penyaringan. Lima tahapan pertama dari air baku menjadi air bersih.

Selanjutnya tiga tahapan penyaringan plus tiga kali pencahayaan ultraviolet dari air bersih sehingga menjadi air siap minum.

“Kami langsung coba tadi, udah coba?,” kata Dirjen P2P Kemenkes RI, Mohamad Subuh.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal berterimakasih atas inovasi tersebut.

“Semoga ini dapat berguna, ini bermanfaat sekali untuk masyarakat,” katanya.

Tidak hanya, perwakilan Pemko Batam, turut hadir dalam acara tersebut perwakilan BP Batam yakni Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Tato Wahyu.

Warga setempat, Hasbullah tak bisa menyembunyikan rasa syukur atas bantuan itu. Menurutnya dua alat itu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kampung Teluk Lengung.

“Kita pernah coba bawa ke keluarga yang di Pulau Ngiang (Galang) airnya bagus katanya. Sebelum alat ini juga ada, ada jamban juga (Jamban Pesisir), dulu kalau buang air langsung dilaut sekarang nggak lagi, air jadi bersih,” katanya.

Kini hal penting lain yang hingga kini belum dinikmati warga setempat adalah listrik PLN. “Kita masih pakai genset,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar